Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indofood CBP. Foto: IST

Indofood CBP. Foto: IST

Indofood CBP akan Kembali Terbitkan Global Bond

Rabu, 20 Oktober 2021 | 23:05 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merancang penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS (global bond). Dana hasil emisi surat utang tersebut akan dimanfaatkan untuk membayar nilai retensi yang terutang setelah mengakuisisi Pinehill Company Ltd.

Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Gideon A Putro menjelaskan, perseroan telah menunjuk sembilan institusi sebagai joint bookrunners terkait penerbitan global bond ini. Sembilan institusi tersebut adalah Deutsche Bank AG cabang Singapura, UBS AG cabang Singapura, BNI Securities Pte Ltd, DBS Bank Ltd, Mandiri Securities Pte Ltd, Mizuho Securities (Singapore) Pte Ltd, Natixis cabang Singapura, OCBC Ltd, dan SMBC Nikko Capital Markets Ltd.

Perseroan juga telah meraih peringkat Baa3 dan BBB- dari Moodys Investor Service dan Fitch Ratings terkait emisi obligasi global ini. Namun, manajemen belum mengumumkan target dana dari penerbitan obligasi tersebut.

“Hasil perolehan bersih dari penawaran umum obligasi global akan digunakan untuk membayar nilai retensi yang terutang dalam transaksi akuisisi saham Pinehill Company dan keperluan umum perusahaan,” jelas Gideon dalam keterangan resmi.

Sebelumnya, dalam paparan publik, Investor Relations Indofood CBP Clara Suraya menjelaskan, Pinehill diharapkan meningkatkan penjualan sesuai dengan target yang diharapkan. Pertumbuhan penjualan ini seiring dengan tingkat konsumsi yang masih rendah di negara tujuan penjualan Pinehill dengan potensi pasar mencapai lebih dari 880 juta jiwa.

Sebelumnya, Indofood CBP telah menerbitkan global bond senilai US$ 1,75 miliar atau setara Rp 25 triliun untuk membiayai kembali (refinancing) pinjaman saat perseroan mengakuisisi Pinehill. Anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) itu telah menuntaskan akuisisi Pinehill pada 27 Agustus 2020, dengan nilai transaksi US$ 2,99 miliar atau ketika itu setara Rp 41,56 triliun.

Adapun surat utang itu diburu investor dengan total pesanan mencapai US$ 11,4 miliar atau sekitar Rp 162 triliun. Seperti dilansir oleh BondEvalue, untuk tranche pertama, Indofood CBP menerbitkan global bond sebesar US$ 1,15 miliar. Obligasi tersebut bertenor 10 tahun dan tingkat bunga 3,39%. Dari obligasi tersebut, perseroan mendapatkan permintaan atau pesanan dari investor sebesar US$ 7,4 miliar atau 6,4 kali lebih besar dari obligasi yang diterbitkan.

Kemudian, untuk tranche kedua, Indofood CBP menerbitkan global bond senilai US$ 600 juta dengan tenor 30 tahun dan tingkat bunga 4,47%. Obligasi ini kelebihan permintaan 6,7 kali atau mencapai US$ 4 miliar.

Sementara itu, tahun ini, Indofood CBP menganggarkan belanja modal sekitar Rp 4,5 triliun. Pada semester I-2021, Indofood CBP sudah merealisasikan belanja modal 33% dari total anggaran tersebut. Realisasi belanja modal tersebut sudah sesuai bujet yang banyak digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi mi instan sekitar 5-10% tahun ini.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN