Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Astra International. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Kegiatan di pabrik Astra International. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Mendorong Pangsa Pasar Astra

Jumat, 22 Oktober 2021 | 04:47 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Tren penurunan kasus Covid-19, kenaikan harga komoditas tambang dan perkebunan, serta berlanjutnya diskon pajak atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100% untuk kendaraan bermotor akan menjadi faktor pendongkrak kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII) hingga akhir tahun ini.

Kinerja Astra juga bakal ditopang oleh kehadiran produk baru yang berpotensi memperkuat pangsa pasar penjualan mobil perseroan hingga pengujung akhir tahun ini.

Sedangkan kenaikan harga komoditas tambang dan perkebunan akan membuat sejumlah segmen usaha perseroan membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang berdampak positif bagi Astra International selaku induk usaha.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, Astra mencetak peningkatan pangsa pasar penjualan mobil sepanjang September 2021. Peningkatantersebut menjadikan pangsa pasar perseroan melejit menjadi 54,8% hingga September 2021 dibandingkan periode sama tahun lalu 51,7%.

“Kami memperkirakan pangsa pasar Astra akan terus bertumbuh sampai akhir tahun ini, yang didukung oleh peluncuran produk baru dan berlanjutnya diskon pajak,” tulis Stefanus dalam risetnya.

harga saham ASII dalam satu dekade terakhir
harga saham ASII dalam satu dekade terakhir

Peningkatan penjualan perseroan sejalan dengan pertumbuhan penjualan mobil nasional yang mencapai 44.113 unit sepanjang September 2021 atau naik 1% dari Agustus 2021 dan meningkat 73,2% dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan tersebut menjadikan total penjualan mobil dalam negeri mencapai 627.537 unit atau bertumbuh 68,7% dari pencapaian hingga September 2020.

Mengenai peningkatan pangsa pasar Astra, dia menyebutkan bahwa hal itu ditopang oleh peluncuran produk baru Toyota Raize dan Daihatsu Rocky.

Kedua produk tersebut juga membuat pangsa pasar penjualan perseroan mencapai 64,6% pada September 2021 dibandingkan Agustus 2021 yang sebesar 56,1%.

Kehadiran dua produk baru tersebut dan rencana peluncuran model baru Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia sebelum akhir tahun ini akan memperkokoh pangsa pasar Astra.

Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen perseroan soal rencana peluncuran dua produk itu.

“Dengan kehadiran mobil paling populer tersebut, kami memperkirakan pangsa pasar penjualan mobil Astra akan bertahan di atas 52% pada 2021 dan 2022,” jelasnya.

Kinerja keuangan Astra International
Kinerja keuangan Astra International

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 7.500. Target harga tersebut juga mempertimbangkan kenaikan harga komoditas tambang dan CPO. Target harga tersebut juga mempertimbangkan penguatan kinerja keuangan seluruh anak usaha.

Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2021 sekitar 13,9 kali dan perkiraan PE tahun 2022 sekitar 12,1 kali. Termasuk, estimasi peningkatan laba bersih Astra  International menjadi Rp 17,16 triliun tahun ini dibandingkan tahun lalu Rp 16,16 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat dari Rp 175,04 triliun menjadi Rp 214,49 triliun.

Sebelumnya, Astra International telah membagikan dividen interim sebesar Rp 1,82 triliun atau setara Rp 45 per saham. Pembagian dividen tersebuttelah mendapatkan persetujuan dari dewan komisaris.

Penjualan mobil ASTRA. Foto: DOK B1photo
Penjualan mobil ASTRA. Foto: DOK B1photo

Sekretaris Perusahaan Astra International Gita Tiffany Boer mengatakan, penetapan dividen interim ini sesuai dengan keputusan rapat direksi pada 16 September 2021.

“Dewan komisaris perseroan juga telah menyetujuinya pada 27 September 2021,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Perseroan juga telah menetapkan jadwal cum dividen interim di pasar reguler dan negosiasi pada 7 Oktober 2021. 

Sementara, ex dividen interim di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Oktober 2021. Selanjutnya, cum dividen di pasar tunai pada 11 Oktober 2021. Lalu, ex dividen di pasar tunai pada 12 Oktober 2021. Pembayaran dividen pada 29 Oktober 2021.

Adapun pembagian dividen interim ini untuk tahun buku yang akan berakhir pada 31 Desember 2021.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN