Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ira Noviarti, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. (ist)

Ira Noviarti, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. (ist)

Kuartal III, Unilever Cetak Laba Bersih Rp 4,4 Triliun

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:05 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencetak laba bersih sebesar Rp 4,4 triliun hingga kuartal III-2021, meskipun pandemi Covid-19 masih berpengaruh terhadap penjualan domestik.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menjelaskan, hingga September 2021, penjualan domestik melambat 7,4%. Namun, di tengah perlambatan itu, Unilever masih mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 30 triliun. Kategori foods and refreshment menjadi penopang utama dengan pertumbuhan penjualan sebesar 9,8% hingga kuartal III-2021.

Menurut Ira, kuartal III-2021 merupakan periode yang masih menantang karena terjadi gelombang dua pandemi Covid-19 dan ditemukannya varian Delta. Hal ini mengakibatkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai wilayah di Indonesia. “Meski menghadapi tantangan periode PPKM pada kuartal III-2021, Unilever tetap mampu menjaga kestabilan nilai penjualan dan mencatatkan laba bersih Rp 4,4 triliun," jelas dia.

Selain itu, menurut Ira, kenaikan harga komoditas juga masih berlanjut dan semakin mempengaruhi biaya produk. Berbagai tantangan tersebut mempengaruhi konsumen dalam pemilihan pola konsumsi di berbagai kategori dan mempengaruhi tingkat pertumbuhan perseroan.

"Kenaikan biaya produk dikarenakan kenaikan harga komoditas tidak dapat dibarengi langsung dengan kenaikan harga produk Unilever secara optimal karena mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam daya beli selama situasi pandemi," tutur dia.

Meski demikian, Ira menegaskan bahwa perseroan sudah membangun berbagai strategi pada 2021 untuk menjawab tantangan tersebut. Dia menyebutkan, sebagai turunan dari strategi jangka panjang 2025, ada lima strategi prioritas Unilever Indonesia pada 2022.

Adapun kelima strategi itu, yakni meningkatkan pertumbuhan perseroan dengan memperkuat dan mengoptimalkan potensi dari brand-brand besar dan produk utama melalui inovasi yang terdepan dan menstimulasi konsumsi konsumen.

Kemudian, Unilever juga memperluas dan memperkaya portofolio di segmen value dan premium. Lalu, memperkuat kepemimpinan di channel utama (GT dan modern trade) dan channel masa depan (e-commerce), memimpin di digital dan data driven capabilities, serta tetap menjadi yang terdepan dalam penerapan bisnis yang berkelanjutan.

Sementara itu, selama kuartal III-2021, Unilever telah meluncurkan beberapa inovasi yang sejalan dengan strategi perseroan ke segmen premium dan value. Inovasi itu adalah rangkaian Ponds Skin Cooling (Berry Glow dan Matcha Clear), yang diformulasikan dengan skin cooling technology, Vaseline Hijab Bright, Molto Spray Anti Kusut, dan Sunlight Spray Disinfektan untuk alat makan.

Di samping itu, perseroan terus memastikan keberadaan dari produk-produk dengan kemasan dan harga yang terjangkau dari brand-brand besar seperti Royco, Bango, Rinso, Sunlight, Sunsilk, dan Clear.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN