Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bukit Asam. Foto: UTHAN

Bukit Asam. Foto: UTHAN

Harga Batu Bara Sumbang Laba PTBA Rp 4,8 Triliun

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:49 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencetak laba bersih sebesar Rp 4,8 triliun pada kuartal III-2021 atau melesat sekitar 176% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,7 triliun. Peningkatan laba tersebut salah satunya ditopang harga batu bara yang meningkat.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Suryo Eko Hadianto mengungkapkan, kenaikan indeks harga batu bara tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu parameter utama kenaikan laba. Kenaikan laba juga ditopang oleh program efisiensi yang terus dilakukan PTBA dalam mengendalikan biaya.

“Jangan sampai kita terlena oleh harga batu bara yang sedang tinggi. Karena pada dasarnya, PTBA menerapkan strategi cost leadership. Kami tahu persis, harga batu bara sangat fluktuatif dan bukan Bukit Asam yang menentukan harganya. Kita hanya objek dari fluktuasi harga tersebut. Yang bisa kita kendalikan adalah biayanya,” jelas Suryo dalam konferensi pers, Senin (25/10).

Karenanya, menurut Suryo, PTBA tetap melakukan efisiensi di kegiatan operasional untuk memitigasi risiko fluktuasi harga.

Selain harga batu bara dan strategi efisiensi, lanjut dia, kenaikan laba perseroan juga dikontribusikan oleh adanya peningkatan volume produksi dan penjualan pada tahun ini dibandingkan pada tahun lalu. 

Dia menyebut, total produksi batu bara PTBA selama kuartal III-2021 telah mencapai 22,9 juta ton dengan penjualan sebanyak 20,9 juta ton. Perseroan bahkan menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 26,1 juta ton pada 2020 menjadi 30 juta ton pada 2021.

Hal itu termasuk menargetkan untuk meningkatkan porsi ekspor batu bara sebagai upaya memanfaatkan momentum kenaikan harga ini, dengan menaikkan porsi ekspor batu bara hingga akhir 2021 sekitar 47%.

Lebih lanjut, Suryo menambahkan, pencapaian laba bersih perseroan per September 2021 tersebut juga didukung oleh adanya kenaikan pendapatan sebanyak 51% menjadi Rp 19,4 triliun hingga kuartal III-2021 dibanding periode sama tahun lalu Rp 12,8 triliun.

Seiring dengan pencapaian laba bersih tersebut, perusahaan pun mencatat total kenaikan aset sebesar 19% dari Rp 27 triliun pada semester I-2021 menjadi Rp 32,2 triliun per 30 September 2021.

Kenaikan kinerja ini, kata dia, seiring dengan adanya pemulihan ekonomi global dan nasional yang mendorong permintaan batu bara disertai kenaikan harga batu bara yang signifikan hingga menyentuh level US$ 203 per ton atau sekitar Rp 2,87 juta pada 30 September 2021.

“Dengan prinsip kehati-hatian, perusahaan tetap memantau kenaikan atau fluktuasi harga ini, dengan memanfaatkan momentum kenaikan harga secara optimal, sekaligus tetap waspada untuk menjaga kinerja perusahaan,” tutur Suryo.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN