Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk miliki jaringan Omni Hospitals. (IST)

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk miliki jaringan Omni Hospitals. (IST)

Rogoh Kocek Rp 1,05 Triliun, Sarana Meditama Metropolitan akan Akusisi Saham RSGK

Senin, 25 Oktober 2021 | 18:06 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) berencana untuk mengakuisisi 441.734.500 saham PT Kedoya Adyraya Tbk (RSGK) atau mewakili 47,51%. Adapun total nilai transaksi ini mencapai Rp 1,05 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi, Senin (25/10), pembelian 441.734.500 saham Kedoya Raya membuat perseroan merogoh kocek hingga Rp 719,56 miliar. Dengan transaksi ini, perseroan akan memeiliki 613.585.500 saham atau setara 66% di RSGK.

Dalam aksi tersebut, perseroan akan membeli saham Kedoya Adyraya yang dimiliki oleh PT Medikatama Sejahtera (MS) berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara Perseroan, MS, dan BMI tertanggal 15 September 2021 (PPJB MS BMI) sebesar 16,13%.

Kemudian, saham RSGK yang dimiliki PT Bestama Medikacenter Investama (BMI) berdasarkan PPJB MS BMI sebesar 8,87%. Selanjunya, PT Medikatama Sejahtera berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara Perseroan dan MS tertanggal 15 September 2021 sebagaimana telah diubah melalui Amandemen Perjanjian Pengikatan Jual Beli tertanggal 30 September 2021 sebesar 20% dan masyarakat 2,51%.

Sehubungan dengan rencana perseroan untuk melakukan pembelian 2,51% saham RSGK dari masyarakat melalui perdagangan reguler di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan melakukan pembelian saham tersebut dengan mengikuti harga pasar yang berlaku.

Rencana akuisisi tersebut merupakan transaksi material, dimana harga transaksi mencapai 59,23% dari total ekuitas perseroan per 31 Maret 2021 sebesar Rp 1,78 triliun. Alhasil, perseroan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada 26 Oktober 2021.

Sebelumnya, perseroan telah memiliki 18,49% di RSGK, yang mencakup sebesar 0,49% saham diperoleh berdasarkan Penawaran Umum Perdana dengan harga Rp 1,720. Kemudian, 8% saham dibeli dari PT United Gramedo (UG) dengan harga Rp 1,720 per lembar saham.

Manajemen Sarana Meditama Metropolitan menilai, rencana akuisisi sejalan dengan tujuan perseroan untuk menciptakan suatu perusahaan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi sekaligus memperluas pangsa pasar perseroan. Aksi ini juga dilakukan untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat dan mampu bersaing dengan grup perusahaan rumah sakit lainnya serta mendukung pertumbuhan jangka panjang perseroan.

Dengan dilakukannya Transaksi, Perseroan berencana memperluas jaringan grup rumah sakit Perseroan. Hal ini mengingat RSGK mengelola Rumah Sakit Grha Kedoya yang berlokasi di Jakarta Barat serta anak perusahaan RSGK mengelola Rumah Sakit Grha MM2100 yang berlokasi di Cikarang Barat, yang mana dalam hal ini Perseroan dan anak perusahaan belum memiliki rumah sakit di lokasi-lokasi tersebut.

Aksi akusisi diharapkan dapat memberikan efisiensi terhadap operasional perseroan, sehingga dapat berkontribusi positif atas kinerja keuangan konsolidasian perseroan pada masa yang akan datang dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Di lain pihak, saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) pada perdangangan (25/10) ditutup menguat 2 poin (0,44%) di harga Rp 456. Berdasarkan data RTI, net foreign buy di semua pasar saham CARE tercatat sebesar Rp 2,99 triliun, dimana dari sisi volume PT Pacific Sekuritas Indonesia (AP) menjadi pembeli terbanyak, sedangkan PT Pilarmas Investindo Sekuritas yang paling banyak menjual.

Sementara dari sisi net buy volume, PT Korea Investama and Sekuritas Indonesia (BQ) menjadi yang paling banyak membeli, sedangkan dari sisi net sell volume PT Pacific Sekuritas Indonesia (AP) dan PT Maybank Kim Eng Sekuritas (ZP) yang paling banyak menjual. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN