Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Garuda Indonesia di Bandara Adisoetjipto Yogyakarta. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Garuda Indonesia di Bandara Adisoetjipto Yogyakarta. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Garuda Indonesia Optimistis Pemulihan Kinerja Berjalan Sesuai Rencana

Kamis, 28 Oktober 2021 | 23:48 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Berbagai upaya terus dilakukan  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) untuk terus mengakselerasikan langkah pemulihan kinerja, salah satunya dilakukan melalui restrukturisasi kewajiban usaha bersama seluruh krediturnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar National Flight Carrier tersebut tetap memberikan layanan kepada masyarakat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa di tengah tekanan kinerja usaha yang dihadapi seluruh pelaku industri penerbangan, langkah restrukturisasi menjadi sebuah opsi yang paling tepat dan relevan dalam menunjang upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia.

"Langkah restrukturisasi tersebut yang saat ini terus kami perkuat melalui sinergitas BUMN salah satunya bersama Pertamina dimana pada akhir tahun 2020 lalu kami berhasil memperoleh kesepakatan perpanjangan waktu pembayaran kewajiban usaha selama tiga tahun dari total outstanding yang tercatat hingga akhir tahun 2020 terhadap Pertamina," kata Irfan dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10).

CEO Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Sumber: BSTV
CEO Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Sumber: BSTV

Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut terus diperkuat melalui diskusi penjajakan restrukturisasi bersama Pertamina untuk kewajiban usaha yang tercatat pada tahun 2021 ini. Dirinya pun optimis dan percaya langkah yang telah berhasil dijajaki bersama Pertamina maupun berbagai mitra usaha lainnya sejauh ini,  menjadi fondasi fundamental bagi kelangsungan bisnis Garuda Indonesia ke depannya.

"Di tengah percepatan langkah restrukturisasi bersama mitra usaha, Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung dengan normal, dimana kami berkomitmen untuk senantiasa mengoptimalkan standar layanan penerbangan yang aman dan nyaman untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat  maupun pengangkutan kargo bagi sektor perekonomian nasional," ucap Irfan.

Sementara itu, Pakar Industri Penerbangan Hendra Soemanto berharap, ke depannya, Garuda Indonesia sebagai National Flight Carrier harus memposisikan dirinya menjadi sebuah perusahaan penerbangan besar serta harus mendominasi pasar domestik dan internasional.

"Tentunya, dengan itikad baik bersama serta tata kelola manajemen yang mumpuni dan profesional di industri penerbangan komersial dari seluruh jajaran direksi dan insan garuda di dalamnya, dengan satu tujuan, menjadikan Garuda Indonesia baru sebagai maskapai dengan profit oriented yang dikontrol oleh sebuah Holding yang mumpuni kelak," katanya.

Sementara itu, menanggapi wacana penggantian Garuda Indonesia dengan Pelita Air,  Pengamat penerbangan Arista Atmadjati mengungkapkan, apabila Garuda Indonesia ditutup oleh pemerintah akibat permasalahan keuangan dan akan digantikan oleh Pelita Air maka peluang dan tantangannya akan berbeda.

“Posisi Garuda Indonesia tidak mudah digantikan dengan Pelita Air. Hal tersebut lantaran Garuda Indonesia memiliki sarana prasarana yang sangat besar termasuk jumlah pesawat dan rute yang dilayani yang tidak sebanding dengan Pelita Air saat ini.  Kemudian Pelita Air juga belum memiliki citra perusahaan (branding) sebaik Garuda Indonesia. Perlu waktu bertahun tahun untuk mendatangkan pesawat maupun mengembangkan rute penerbangan  internasional. Selain itu, terkait citra dan branding, hal tersebut juga bukanlah hal yang mudah,” katanya.

Untuk ini, Arista menyarankan Pelita Air untuk mengisi slot penerbangan perintis atau feeder di sejumlah pulau di seluruh Indonesia. Selain mengisi slot penerbangan perintis, Pelita Air juga bisa membuka jasa angkutan barang atau kargo dan komoditas perikanan di wilayah Indonesia Timur. “Pelita Air juga dapat memaksimalkan bisnis perawatan dan pemeliharaan pesawat,” tambahnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN