Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emiten Baru Bisa Capai 68 Perusahaan, Terbanyak di Asean

Rabu, 3 November 2021 | 06:42 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Jumlah emiten baru yang mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini bisa mencapai 68 perusahaan dengan nilai penggalangan dana Rp 63,54 triliun. Penambahan jumlah emiten tersebut diyakini lebih unggul dibandingkan negara lain di Asean.

Sebanyak 68 perusahaan yang listing di BEI itu juga meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 51 perusahaan, dengan nilai penggalangan dana Rp 6,1 triliun. Hingga 1 November 2021, jumlah emiten baru yang listing di BEI telah mencapai 40 perusahaan, dengan dana yang berhasil dihimpun senilai Rp 32,27 triliun.

“PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) menjadi perusahaan ke-40 yang mencatatkan sahamnya di bursa,” kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Selasa (2/11).

Sementara itu, BEI mencatat sebanyak 28 perusahaan yang berada dalam pipeline terkait listing saham, dengan potensi penghimpunan dana melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 31,27 triliun (berdasarkan nilai nominal).

Pencapaian ini sekaligus menunjukkan animo perusahaan dan pasar yang baik dalam kondisi yang dinamis seperti sekarang. Hal ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah dan regulator pasar modal dalam menciptakan iklim investasi yang baik serta optimisme pasar atas pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19.

Adapun sebanyak 28 perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya hingga akhir semester II-2021 didominasi oleh perusahaan beraset besar. Menurut Nyoman, sebanyak tiga dari 28 perusahaan yang akan listing memiliki aset di bawah Rp 50 miliar, sembilan perusahaan memiliki aset di antara Rp 50-250 miliar dan 16 perusahaan memiliki aset di atas Rp 250 miliar.

Dari segi sektor, sebanyak dua perusahaan berasal dari sektor basic materials, dua perusahaan dari sektor industri, satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, lima perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, delapan perusahaan dari sektor consumer cyclicals, dua perusahaan dari sektor teknologi, tiga perusahaan dari sektor energi, satu perusahaan dari sektor keuangan, satu perusahaan dari sektor properti dan real estat, serta tiga perusahaan dari sektor infrastruktur.

Nyoman menegaskan, 28 perusahaan tersebut menggunakan laporan keuangan tahun 2021. Saat ini, 28 perusahaan masih dalam proses evaluasi serta kesiapan dari lembaga dan profesi penunjang. Dia berharap semua perusahaan tersebut bisa tercatat tahun ini.

"Adanya momentum dan antusiasme para pelaku usaha yang terus berlangsung untuk melakukan penggalangan di pasar modal diharapkan dapat mendukung pencapaian tahun ini melebihi pencapaian pada tahun lalu," tutur Nyoman.

Dari 28 perusahaan yang akan menggelar IPO saham tahun ini, sebanyak dua perusahaan berasal dari sektor teknologi. Untuk menjaring perusahaan teknologi yang umumnya berstatus start-up tersebut, BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok peraturan terkait multi voting shares (MVS).

"Selain itu, peraturan OJK dan BEI yang berlaku saat ini juga masih relevan untuk mengakomodasi perusahaan dari berbagai sektor, tidak terkecuali perusahaan dari sektor teknologi yang akan mencatatkan sahamnya di BEI," terang dia.

Lebih lanjut, dari laman e-ipo, terdapat lima perusahaan yang saat ini tengah menggelar masa penawaran umum saham. Perusahaan pertama adalah PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) dengan potensi penggalangan dana Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,83 triliun.

Lalu, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) sebesar Rp 19,79 triliun hingga Rp 24,9 triliun. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) sebesar Rp 436,22 miliar hingga Rp 537,6 miliar. PT Perma Plasindo Tbk (BINO) Rp 52,2 miliar hingga Rp 63,07 miliar dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) sebesar Rp 80,74 miliar hingga Rp 86,5 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN