Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung memotret monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Poto/Uthan AR

Pengunjung memotret monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Poto/Uthan AR

IHSG Sesi I Naik Tipis, Saham MITI, BEBS, INTD, LPIN, dan TNCA Justru Auto Reject Atas

Rabu, 17 November 2021 | 11:46 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (17/11), ditutup naik 9,33 poiin (0,14%) menjadi 6.660,54. Indeks bergerak dalam rentang 6.653,46-6.667,86 dengan nilai transaksi Rp 8,18 triliun.

Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor transportasi dan logistik 1,01%, sektor energi naik 0,78%, sektor industri menguat 0,85%, dan sektor keuangan naik 0,32%. Sedangkan penurunan melanda saham sektor consumer non cyclicals 0,54%, sektor consumer cyclicals 0,18%, dan sektor kesehatan 0,10%.

Di tengah penguatan IHSG, kelima saham ini berhasil mencetak lonjakan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) naik Rp 65 (34,03%) menjadi Rp 256, PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS) naik Rp 840 (24,78%) menjadi Rp 4.230, PT Inter Delta Tbk (INTD) menguat Rp 52 (24,76%) menjadi Rp 262, saham PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) naik Rp 200 (24,54%) menjadi Rp 1.015, dan saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik Rp 160 (24,43%) menjadi Rp 815.

Sedangkan lima saham dengan penurunan terdalam hingga akhir sesi I, yaitu saham PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS), PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO), PT FKS Multi Agro Tbk (FISH), PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA), PT Century Textile Industry Tbk (CNTX), dan PT Yeloo Integra Datanet Tbk (YELO).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN