Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pullman Hotel & Resort Mandalika. Foto: ITDC.

Pullman Hotel & Resort Mandalika. Foto: ITDC.

Wika Gedung Finishing Pullman Hotel & Resort Mandalika

Kamis, 18 November 2021 | 23:40 WIB
Ghafur Fadillah

LOMBOK, investor.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung telah mencapai 97% dalam pengerjaan struktur, arsitektur, dan plumbing (SAP) Pullman Hotel & Resort Mandalika dengan nilai kontrak Rp 623,75 miliar.

Manajer Proyek Pullman Hotel & Resort Mandalika, Rizal mengatakan bahwa saat ini hotel sudah mulai beroperasi menjelang ajang World Superbike 2021 yang digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada 19-21 November 2021. Hotel ini memiliki standar bintang lima pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kami tinggal melakukan finishing saja, tamu-tamu hotel juga sudah mulai berdatangan,” jelasnya kepada media, Kamis (18/11).

Pullman Hotel & Resort Mandalika dibangun di lahan seluas 45.000 meter persegi dengan jumlah 257 kamar, yang terdiri atas 27 villa dan 230 kamar. Hotel dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain ruang rapat, restoran, kolam renang, pool bar, spa & gym, serta berbagai sarana penunjang lain.

Soal tarif, kata Rizal, berkisar antara Rp 2-2,5 juta per kamar per malam. Meski demikian, harga ke depan bisa saja berubah tergantung dari pengelola. “Pasalnya, pada tahun 2022, Accor Group berencana mengambil alih hotel tersebut,” pungkasnya.

Rekor MURI

Sementara itu, Wika Gedung sukses menyelesaikan pembangunan modular pit building sebagai infrastruktur penunjang Pertamina Mandalika Street Circuit. Bangunan yang menggunakan produk khusus dari perseroan tersebut selesai dalam waktu 21 hari.

Direktur Operasi 1 Wika Gedung Bagus Tri Setyana menjelaskan, modular pit building menjadi karya anak bangsa, karena menggunakan produk khusus buatan perseroan. Dengan bahan modular, pembangunan diklaim lebih mudah, tahan lama, dan lebih fleksibel karena bisa disesuaikan dengan keinginan pemilik.

“Bangunan ini dapat kami selesaikan dalam waktu singkat yakni 21 hari. Sudah berdiri dan siap mendukung event internasional World Superbike,” jelasnya saat ditemui media di Mandalika, Lombok, Kamis (18/11).

Karena kecepatan pengerjaan tersebut, perseroan mendapat apresiasi dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) atas pembangunan gedung pit sistem modular tercepat di sirkuit bertaraf internasional.

Secara terpisah, Senior Manager MURI Yusuf Ngadri mengatakan, bahwa pembangunan pit building di Pertamina Mandalika International Street Circuit yang berada di kawasan destinasi pariwisata prioritas tersebut menggunakan metode konstruksi modular. “Wika Gedung selaku pionir mampu merampungkan 888 modul terpasang dalam kurun waktu yang singkat lebih cepat dari rekor pemasangan modular di RS Covid modular sebelumnya,” ujarnya.

Rekor Muri ini, lanjut Bagus, akan menjadi bagian dari sejarah di dunia konstruksi dan olahraga Indonesia sekaligus turut mensukseskan race event bertaraf internasional dan event-event lainnya di masa mendatang.

Bangunan ini memiliki panjang 350 meter berkapasitas 50 garasi. Masing-masing garasi memiliki lebar 5,24 meter dengan panjang 18,34 meter dan dibangun dengan luas bangunan kurang lebih 13.700 m2.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN