Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk  naik pada Kamis (21/10/2021). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp921.000. Harga emas Antam ini naik Rp5.000 dari harga Rabu (20/10/2021) yang berada di harga Rp916.000 per gram.

Karyawati memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk naik pada Kamis (21/10/2021). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp921.000. Harga emas Antam ini naik Rp5.000 dari harga Rabu (20/10/2021) yang berada di harga Rp916.000 per gram.

Antam Menambang Laba

Jumat, 26 November 2021 | 11:58 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam telah sesuai ekspektasi. Lonjakan kinerja keuangan perseroan didukung oleh peningkatan volume penjualan nikel bersamaan dengan kenaikan harga jual komoditas tersebut. Kondisi itu diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, realisasi kinerja operasional dan keuangan Antam hingga September 2021 sudah sesuai ekspektasi.

Sedangkan faktor utama pendongkrak kinerja keuangan datang dari kenaikan harga jual nikel bersamaan dengan peningkatan volume bijih nikel. Perseroan juga mencatat kenaikan volume penjualan emas.

Hingga kuartal III-2021, perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 104,7% menjadi Rp 1,71 triliun, yang didukung oleh kenaikan keuntungan dari divisi nikel dengan volume penjualan mencapai 5,8 juta wmt dibandingkan periode sama tahun lalu 1,2 juta wmt.

Kinerja keuangan Antam
Kinerja keuangan Antam

Perseroan juga mencetak kenaikan volume penjualan emas sebesar 33,6% menjadi 19,9 ton. Kenaikan keuntungan juga didukung oleh penurunan beban bunga, keuntungan mata uang, dan keuntungan dari perusahaan asosiasi.

“Realisasi kinerja keuangan perseroan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi kami dan konsensus analis atau merefleksikan 74% dari target laba bersih tahun ini. Hal ini memperkuat keyakinan kami bahwa perseroan bisa merealisasikan target kinerja keuangan sesuai dengan perkiraan kami,” tulis Stefanus dalam risetnya.

Selain dukungan positif peningkatan volume penjualan dan harga jual komoditas, Antam mendapatkan katalis positif dari penguatan neraca keuangan setelah dilaksanakan pemangkasan utang sebesar 14% terhitung sejak awal tahun hingga September 2021. Penurunan didukung oleh besarnya kas internal perseroan, sehingga rasio utang bersih turun menjadi 0,8%.

Dengan melihat pencapaian tersebut, Antam diproyeksikan mampu untuk membukukan volume penjualan sebanyak 7,2 juta mwt bijih nikel tahun ini.

Sedangkan volume penjualan emas diperkirakan mencapai 21 ton. Kinerja operasional dan keuangan yang telah sesuai ekspektasi tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.300. Target harga tersebut menggambarkan solidnya harga jual nikel, begitu juga dengan volume penjualan. Target ini merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 29,1 kali.

Harga saham ANTM dalam satu dekade terakhir
Harga saham ANTM dalam satu dekade terakhir

Adapun target pertumbuhan laba bersih Antam dipertahankan menjadi Rp 2,32 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu senilai Rp 1,14 triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan naik dari Rp 27,37 triliun menjadi Rp 30,25 triliun.

Sebelumnya, analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harahap dalam risetnya menyebutkan, kinerja keuangan Antam diproyeksikan melaju sesuai ekspektasi hingga akhir tahun ini.

Laba bersih perseroan diperkirakan mencapai Rp 2,54 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu sebesar Rp 1,14 triliun.

Begitu juga dengan pendapatan diperkirakan meningkat dari Rp 27,37 triliun menjadi Rp 32,2 triliun. Ekspektasi peningkatan kinerja keuangan tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.250.

Target harga tersebut merefleksikan perkiraan peningkatan margin keuntungan seluruh segmen dan tren kenaikan harga jual nikel tahun ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN