Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Neo Commerce. Sumber: iconomics.com

Bank Neo Commerce. Sumber: iconomics.com

Mendongkrak Pertumbuhan Bank Neo Commerce

Jumat, 26 November 2021 | 17:01 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pengembangan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) sebagai bank digital tampaknya membuahkan hasil positif di pasar, seiring banyaknya pengguna aplikasi perseroan. Hal ini tentu akan mempermudah monetisasi pengguna untuk mendongkrak pertumbuhan kinerja keuangan dalam jangka panjang.

Analis Trimegah Sekuritas Prasetya Gunadi mengungkapkan, Bank Neo Commerce memiliki sebanyak 11,5 juta pengguna hingga kini. Terjadi lonjakan nasabah perseroan setelah peluncuran aplikasi Bank Neo pada September 2021, yaitu Neo+. Aplikasi baru ini berhasil menarik sebanyak 5,4 juta pengguna sejak diluncurkan dengan penambahan harian berkisar 30-40 ribu pengguna.

Untuk menarik lebih banyak pengguna, Bank Neo terus menambah fitur baru dalam aplikasi tersebut, seperti Neo World, Neo Journal, dan fitur virtual account (VA) untuk pembayaran e-commerce. Fitur tersebut terbukti menarik lebih banyak pengguna.

“Aplikasi ini juga mencatat bahwa pengguna aktif menempatkan dananya di bank tersebut dengan rata-rata simpanan senilai Rp 250 ribu per hari per pengguna,” tulis Prasetya dalam risetnya.

Harga saham BBYB dalam enam tahun terakhir
Harga saham BBYB dalam enam tahun terakhir

Penambahan nasabah diperkirakan terus berlanjut, seiring dengan rencana Bank Neo meluncurkan produk kredit setelah mendapatkan lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan akan meluncurkan tiga produk digital utama, cicilan bertenor 1-15 bulan dengan total pinjaman berkisar Rp 2-15 juta per bulan. Kredit ini diperkirakan menawarkan yield berkisar 30-70% per tahun.

Perseroan juga akan meluncurkan fitur dana cepat (instant cash) dan pinjaman dengan tenor sangat pendek berkisar 2-4 minggu dengan total pinjaman berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Kredit tersebut menawarkan tingkat bunga berkisar 0,2-0,4 per hari.

Perseroan juga akan meluncurkan fitur buy now pay later (BNPL). “Tahap awal, seluruh produk kredit tersebut akan dikenalkan perseroan melalui aplikasi Akulaku, kemudian diluncurkan di aplikasi Neo+ tahun depan,” jelas Prasetya.

Berlanjutnya penambahan nasabah perseroan akan berkorelasi positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan dalam jangka panjang.

Apalagi, perseroan menargetkan porsi penyaluran kredit melalui layanan digital sebesar 50-60% terhadap total kredit ke depan.

Di sisi lain, perseroan tengah menyiapkan rights issue dengan target dana Rp 2,5 triliun pada kuartal terakhir tahun ini guna merealisasikan target pertumbuhan kinerja. Bank Neo sebelumnya telah meluncurkan aplikasi bank digital dengan sejumlah fitur menarik ditambah dengan sejumlah program promosi. Aplikasi yang diluncurkan tersebut menawarkan konsep yang interaktif di tengah perkembangan bank digital di dalam negeri.

Ilustrasi Bank Neo Commerce. (ist)
Ilustrasi Bank Neo Commerce. (ist)

Aplikasi perbankan ini menawarkan satu fitur menarik, yaitu tracking pendapatan dan pengeluaran bulanan nasabah yang disebut dengan Neo Journal. Fitur tersebut memungkinkan nasabah mencatatkan pendapatan dan pengeluaran bulanan dan bisa mengatur pendapatan dan belanja bulanannya.

Tidak hanya itu, transfer sesama akun Bank Neo gratis. Nasabah juga bisa mentransfer dana tunai ke sesama nasabah bank ini tanpa menggunakan nomor rekening atau hanya melalui nomor telepon. Aplikasi ini juga telah bekerja sama dengan sejumlah e-commerce dan e-wallet untuk memfasilitasi pembayaran, sehingga mempermudah nasabah.

Sejumlah keunggulan dan agresivitas perseroan dalam menggenjot bisnis digital banking mendorong Trimegah Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham BBYB dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.600 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut mempertimbangkan peningkatan jumlah nasabah perseroan menjadi 15 juta pengguna hingga akhir 2025.

Adapun tahun ini, perseroan diperkirakan rugi bersih sebesar Rp 254,8 miliar. Rugi bersih tersebut juga sejalan dengan perkiraan penurunan pendapatan bunga bersih perseroan dari Rp 165,7 miliar menjadi Rp 125,4 miliar.

Kinerja keuangan Bank Neo Commerce
Kinerja keuangan Bank Neo Commerce

Tahun depan, kinerja keuangan perseroan diperkirakan pulih total setelah masuknya dana segar dari hasil rights issue. Laba bersih perseroan diharapkan melonjak menjadi Rp 160,1 miliar dengan pendapatan bunga diperkirakan ikut naik menjadi Rp 794,6 miliar.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Neo mengesahkan PT Akulaku Silver Indonesia sebagai pemegang saham pengendali perseroan. Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan, dengan pengesahan Akulaku sebagai pemegang saham pengendali di Bank Neo, manajemen yakin kolaborasi akan terjalin semakin intensif dan erat, serta akan menjadi sebuah kekuatan tersendiri yang menghadirkan berbagai inovasi berkelanjutan.

Salah satu kolaborasi yang semakin intensif adalah dalam penyaluran dana ke masyarakat. “Pengalaman Akulaku dalam sisi lending menjadi nilai tambah bagi Bank Neo sebagai bank digital sejalan dengan upaya perseroan untuk memperkuat sisi lending di akhir tahun ini hingga tahun mendatang. Dukungan dari Akulaku ini semakin memperkuat ekosistem digital Bank Neo dan membuat perseroan memiliki proposisi yang berbeda dibandingkan dengan pelaku industri lainnya,” ujar Tjandra.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN