Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Covid Varian Baru Menyebar, IHSG Terkapar!

Jumat, 26 November 2021 | 21:50 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (26/11) ditutup anjlok 2,06% ke level 6.561,5. Pelemahan ini disinyalir akibat kekhawatiran pasar terhadap penyebaran Covid-19 varian baru.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Pilarmas menjelaskan, koreksi IHSG yang terjadi kali ini sejalan dengan kekhawatiran pelaku pasar terhadap varian baru Covid-19. Namun, jika dicermati, volatilitas risiko di pasar saham sudah naik sejak 16 November lalu. Kenaikan tersebut tercermin dari VIX CBOE.

“Selain itu, pelaku pasar mencermati komitmen pemerintah terhadap UU Cipta Kerja. Hal tersebut memiliki pengaruh terhadap kepastian hukum ke depan. Ini akan menjadi hal yang dicermati ke depan mengingat kebijakan tersebut menjadi fokus pemerintah guna meningkatkan daya saing,” jelasnya kepada Investor Daily, Jumat (26/11).

Okie menambahkan, hampir semua sektor berkontribusi pada penurunan indeks, kecuali sektor kesehatan yang mampu bertahan. IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan pada awal pekan mendatang dalam rentang 6.483 – 6.622. “Saat ini, kami melihat IHSG memang perlu terkoreksi. Penurunan kali ini menjadikan tren kenaikan IHSG lebih sehat. Sehingga, kami menilai pelaku pasar dapat wait and see dalam jangka waktu menengah. Beberapa sektor yang perlu dicermati, yaitu perbankan dan telekomunikasi,” ujarnya.

Secara terpisah, analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, selain penyebaran Covid-19 varian baru, pelemahan sejumlah indeks saham di bursa regional juga menjadi penyebab IHSG terpapar pada Jumat. Sementara itu, kedua analis menyarankan para investor untuk mencermati saham ALDO dengan target harga Rp 935-960, BIRD Rp 1.600-1.610, MIKA Rp 2.370-2.400, TLKM Rp 4.090-4.130, dan BBCA Rp 7.750.

Sementara itu, analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, anjloknya IHSG juga dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap perkiraan inflasi Amerika Serikat yang lebih tidak terkendali. Hal ini mendorong The Fed melakukan tapering yang lebih ketat, sehingga terjadi aksi jual di emerging market, termasuk Indonesia. “Untuk awal pekan depan (29/11), IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 6.451-6.506 dan resistance 6.653-6.745,” ungkap dia.

Secara teknikal, indikator candlestick membentuk long black body dengan volume cukup tinggi. Indikator stochastic bergerak melebar setelah membentuk deadcross, yang mengindikasikan potensi bearish yang cukup kuat. “Pergerakan masih dibayangi kekhawatiran akan rencana tapering The Fed yang lebih ketat. Di awal pekan, akan minim sentimen dari data ekonomi dalam negeri,” ujar Dennies.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN