Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lokasi Tambang PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) di Minahasa Utara. (BSHM/Gita Rossiana)

Lokasi Tambang PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) di Minahasa Utara. (BSHM/Gita Rossiana)

Archi Terapkan Konsep Pertambangan Berkelanjutan

Senin, 29 November 2021 | 17:13 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

MINAHASA, investor.id -- Usaha pertambangan identik dengan isu lingkungan dan sosial. Namun PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) berusaha meminimalkan dampak negatif tersebut dengan melakukan konsep pertambangan berkelanjutan.

Technical Services Department Head Archi Indonesia Hary Irmawan menjelaskan, Archi melakukan pemulihan lahan dengan segera melakukan reklamasi hutan setelah lahan tersebut diambil hasilnya untuk kegiatan pertambangan. Kegiatan reklamasi ini terbantu dengan suburnya lahan di lokasi tambang Toka Tindung, Minahasa Utara.

"Kami menanami bekas lubang tambang dengan tanaman potensial yang tanahnya berasal dari tanah sebelumnya yang kami uruk," jelas Hary di sela-sela kunjungan ke Lokasi Tambang di Minahasa Utara belum lama ini.

Selain reklamasi hutan, Archi juga membangun fasilitas penanganan limbah (trailing storage facility/TSF) di lokasi tambang. Fasilitas TSF yang berukuran sekitar 40 meter tersebut menjadi tempat penampungan akhir sisa pengolahan tambang.

Menurut Hary, fasilitas tersebut sudah mengikuti baku mutu. Adapun air yang diolah dari pengolahan di TSF akan digunakan untuk kebutuhan di pabrik dan juga kebutuhan karyawan yang berada di lokasi tambang.

"Sehingga kami tidak lagi memanfaatkan air sungai, namun TSF kami juga gunakan untuk menampung air hujan yang kemudian dialirkan ke pabrik," jelas dia.

 PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga membantu penyediaan air bersih di lokasi dekat tambang. (BSMH/Gita Rossiana)
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga membantu penyediaan air bersih di lokasi dekat tambang. (BSMH/Gita Rossiana)

Ke depan, Archi juga berencana untuk melakukan penghematan dari sisi penggunaan listrik. Hary menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan feasibility study terkait potensi pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di kawasan Minahasa Utara. Studi ini dilakukan melalui kerja sama dengan Ormat Technologies Inc.

Program Kemitraan

Sementara itu, dari aspek sosial, Archi melakukan program kemitraan dengan berfokus pada kegiatan sosial, ekonomi dan pendidikan. Salah satu bentuk program kemitraan tersebut adalah memberikan bantuan kepada salah satu pengrajin limbah kelapa di Desa Pinekek yang dekat dengan lokasi tambang Archi di Minahasa Utara.

Usaha limbah kelapa di bawah merek Wale Gonofu itu dijalankan oleh suami-istri, Ambrosius dan Utami. Suami-istri tersebut berhasil membangun usaha limbah kelapa yang dahulunya tidak mendapat respons positif dari masyarakat, namun saat ini sudah bisa mengekspor produknya ke mancanegara dan juga bisa tampil di berbagai pameran usaha kreatif di tingkat global.

"Omset penjualan dari produk limbah kelapa juga relatif menggiurkan, yakni bisa mencapai Rp 20 juta per bulan. Namun ketika pandemi sempat menurun ke angka Rp 8 juta per bulan, namun saat ini mulai kembali ke angka Rp 12 juta per bulan," terang Utami.

Adapun kontribusi Archi dalam pengembangan produk tersebut adalah dengan memberikan bantuan berupa pemberian modal sekitar Rp 200-250 juta. Dari modal tersebut, Utami membelikan mesin yang digunakan untuk mengolah limbah kelapa menjadi sabut atau serbuk kelapa.

Lebih lanjut, tidak hanya pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Archi juga membantu penyediaan air bersih di lokasi dekat tambang. Bersama warga di kawasan Rinondoran, Archi membangun fasilitas penyedia air bersih dengan kapasitas 70 kubik.

Fasilitas tersebut bisa membantu penyediaan air bersih untuk 334 kepala keluarga di kawasan Rinondoran. Untuk membuat warga sekitar ikut bertanggung jawab terhadap fasilitas tersebut, Archi mengajak masyarakat untuk memberikan iuran sekitar Rp 10 ribu per KK. Dana tersebut dikelola oleh badan usaha desa yang kemudian digunakan untuk mengelola fasilitas air bersih tersebut.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN