Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fokus Pasar: Tingkat Inflasi Tahun Depan Diproyeksikan Lebih Tinggi

Selasa, 30 November 2021 | 08:26 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Tingkat inflasi pada tahun depan diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Kenaikan tersebut seiring dengan pemulihan ekonomi domestik dan penanganan pandemi global yang akan lebih baik pada tahun depan.

Pliarmas Sekuritas dalam risetnya, Selasa (30/11), menyebutkan terdapat beberapa faktor yang dinilai dapat memicu kenaikan inflasi pada tahun depan, yakni kenaikan harga energi yang dinilai akan berdampak pada naiknya biaya produksi. Kemudian, kenaikan inflasi juga telah terlihat pada pelonggaran aktivitas dan naiknya kegiatan ekonomi di negara – negara maju yang telah berdampak pada naiknya inflasi.

“Pemulihan ekonomi yang lebih cepat telah mendorong ekonomi negara maju kembali ekspansi di tengah pandemi yang masih berlangsung. Namun di lain sisi, negara berkembang masih berupaya untuk memulihkan daya beli dan juga menangani pandemi agar tidak berkelanjutan,” jelas Pilarmas Sekuritas.

Menghadapi tapering pada tahun depan, risiko depresiasi nilai tukar juga dinilai dapat mendorong naiknya inflasi lebih cepat. Hal tersebut seiring dengan ganguan produksi dalam negeri dimana naiknya impor bahan baku dapat mendorong kenaikan inflasi lebih cepat.

Jika mengacu pada kontributor utama inflasi saat ini, inflasi inti masih tergolong rendah dan belum terjadi kenaikan yang signifikan. Buruknya faktor cuaca menjelang awal tahun dinilai akan memberikan dampak pada fluktuasi harga pakan yang tentunya dapat memberikan kenaikan inflasi non inti.

Selain itu kebijakan dari kenaikan PPN pada tahun depan dinilai dapat ikut menurunkan kemampuan masayarakat dalam daya beli dimana hal tersebut menjadi tantangan di tengah pemulihan ekonomi yang saat ini sedang berlangsung.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN