Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

BEI Terapkan Perhitungan PER dengan Metode Trailing

Selasa, 30 November 2021 | 11:13 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyempurnakan metode perhitungan price to earning ratio (PER) dengan menerapkan metode trailing. Dengan metode terbaru ini, kualitas perhitungan data pasar modal bisa meningkat.

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menjelaskan, metode perhitungan PER dengan trailing menggunakan data laporan keuangan yang sudah dilaporkan pada periode sebelumnya.

"Sehingga dapat lebih objektif jika digunakan untuk melakukan penilaian dan pengambilan keputusan," jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (30/11).

Penerapan metode trailing menjadi penting karena PER merupakan indikator populer yang digunakan oleh para investor, manajer investasi, analis saham, dan sebagai salah satu indikator fundamental dalam berinvestasi. Selain itu, PER saham juga menjadi salah satu indikator yang diperhitungkan dalam kriteria evaluasi indeks, kriteria saham marjin, evaluasi serta pemantauan perusahaan tercatat, dan lain sebagainya.

Menurut Yulianto, BEI sejak lama telah mempublikasikan nilai PER dalam berbagai publikasi statistik, baik PER masing-masing saham, PER sektor, maupun PER BEI (market). PER adalah rasio yang digunakan untuk menilai suatu saham perusahaan itu murah (undervalued) atau mahal (overvalued) dengan berdasarkan perhitungan harga saham dibagi laba per saham.

Menurut S. Basu (1977), portofolio yang memiliki PER rendah mendapatkan return lebih besar atas dasar penyesuaian risiko, proposisi harga dengan kinerja investasinya.

Adapun sebelumnya, PER dihitung dengan menggunakan harga saham per lembar dibagi laba per saham (EPS). Sementara dengan menggunakan perhitungan PER trailing masing-masing saham akan berdasarkan kinerja keuangan aktual yang sudah diterbitkan oleh perusahaan tercatat (menggunakan laba bersih periode 4 kuartal atau 12 bulan terakhir).

PER market trailing dihitung dari median semua PER saham di BEI dengan laba positif dan di bawah batas ambang (threshold) yang ditentukan oleh BEI, yaitu sebesar persentil 90%. Penggunaan persentil 90% sebagai threshold ini dilakukan dengan pertimbangan mampu memitigasi risiko perhitungan PER BEI yang bias akibat outliers dan sudah cukup baik untuk bisa menilai valuasi PER dari distribusi data.

Informasi PER trailing dapat dilihat melalui website BEI pada publikasi statistik harian, mingguan, bulanan, triwulanan, dan tahunan. Ketersediaan perhitungan PER trailing atas setiap saham akan menyesuaikan terhadap ketersediaan data yang telah diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Implementasi PER trailing ini menjadi bukti nyata komitmen BEI dalam menghadirkan data statistik pasar modal yang akurat dan kredibel, serta menjadi langkah awal BEI untuk menyempurnakan perhitungan data statistik pasar modal lainnya. PER trailing yang dipublikasikan BEI diharapkan dapat menjadi acuan bagi investor untuk melakukan analisis fundamental dengan lebih akurat dan detail terkait valuasi saham agar lebih objektif dalam menentukan keputusan investasi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN