Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah logam emas diperlihatkan pedagang di toko logam mulia di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.

Sejumlah logam emas diperlihatkan pedagang di toko logam mulia di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.

Kliring Berjangka Indonesia-Pegadaian Bersinergi di Ekosistem Pasar Fisik Emas Digital

Selasa, 30 November 2021 | 13:59 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Di tengah meningkatnya kepopuleran emas digital, PT Kliring Berjangka Indonesia KBI dan PT Pegadaian melakukan sinergi ekosistem. Dalam sinergi ini, KBI akan menitipkan emas fisik yang diperdagangkan dalam pasar fisik emas digital kepada Pegadaian. Aksi ini, sejalan dengan izin yang diperoleh KBI dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai lembaga kliring di pasar fisik emas digital. 

Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia Agung Rihayanto mengatakan, sinergi yang dijalankan dengan Pegadaian dilakukan sebagai wujud kolaborasi kami sesama BUMN untuk turut berperan dalam ekonomi nasional. Pasalnya, saat ini emas digital mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat sebagai alternatif investasi. 

“Sinergi kami dengan pegadaian khususnya dalam hal penyimpanan emas, merupakan upaya kami untuk membangun kepercayaan masyarakat terkait emas digital, dimana emas fisiknya ada dan disimpan oleh pegadaian,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/11).

Lebih lanjut, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo menjelaskan, jasa titipan emas sendiri merupakan salah satu produk yang dimiliki perusahaan. Dalam hal penyimpanan emas, Pegadaian telah menyiapkan sistem penyimpanan dengan keamanan yang tinggi untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. 

“Melihat animo masyarakat dalam investasi emas digital ini, ke depan kami akan terus meningkatkan kapasitas ruang penyimpanan emas hingga 80 ton,” ujarnya.

Emas Pegadaian
Emas Pegadaian

Untuk diketahui, pasar fisik emas digital pada dasarnya adalah suatu kegiatan jual beli emas di pasar yang dilakukan secara elektronik, pada pasar itu juga para investor dapat berinvestasi dengan jual beli emas melalui sistem elektronik dengan tempo tunda serah.  Dalam pelaksanaannya, pasar fisik emas digital di bursa berjangka merupakan pasar fisik emas terorganisir yang menggunakan sarana elektronik dan difasilitasi oleh bursa berjangka atau sarana elektronik yang dimiliki oleh pedagang fisik emas digital. Bagi pemilik emas digital, catatan kepemilikannya juga dilakukan secara digital.

Terkait pasar fisik emas digital, Pemerintah telah mengatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan No 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka, dan dalam teknis pelaksanaannya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mengeluarkan  Peraturan Bappebti Nomor 4 tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Keluarnya regulasi tersebut dalam upaya  menjamin kepastian hukum dan kepastian berusaha perdagangan fisik Emas digital di bursa Indonesia. 

Adapun emas yang diperdagangkan antara lain Emas murni dengan kandungan aurum (au) paling rendah 99,9% serta Memiliki sertifikat yang mencakup kode seri emas, logo, dan berat. Sedangkan Satuan emas dalam berat yang diperdagangkan terdiri dari berbagai jenis, yaitu 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, dan 1.000 gram.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)
Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia mengatakan, pasar fisik emas digital kedepanya diproyeksikan akan menjadi trend investasi bagi masyarakat.

Untuk itu, KBI juga tengah mengembangkan pemanfaatan Virtual Account, yang diharapkan bisa menjadi solusi masyarakat dalam kemudahan pembayaran, yang pada akhirnya akan meningkatkan transaksi.

Sejauh ini, KBI tengah melakukan persiapan dengan beberapa perbankan seperti BCA dan Bank BUMN yang tergabung dalam Himbara 

Tak ketinggalan, Asisten Deputi Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan Kementerian BUMN Dwi Ary Purnomo mengungkapkan, pada prinsipnya yang dilakukan oleh KBI dan Pegadaian adalah sebuah sinergi, dimana terjadi simbiosis mutualisme, sama-sama memberikan manfaat, saling menguntungkan, dan juga saling mengisi. 

“Harapan kami dari Kementerian BUMN adalah baik KBI dan Pegadaian harus memahami risiko bisnisnya, dan melakukan antisipasi serta mitigasi yang baik, sehingga ke depan bisa mendapatkan prospek bisnis yang baik,” pungkasnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN