Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Primo Foodmart, salah satu gerai di bawah PT Matahari Putra Prima (MPPA) Tbk. Foto: mppa.co.id

Primo Foodmart, salah satu gerai di bawah PT Matahari Putra Prima (MPPA) Tbk. Foto: mppa.co.id

Siap Rights Issue, Matahari Putra Prima Raih Pernyataan Efektif OJK

Selasa, 30 November 2021 | 15:53 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) telah meraih pernyataan efektif penawaran umum terbatas (PUT VI) atau rights issue dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan target dana yang dibidik dari aksi korporasi ini mencapai Rp 890,11 miliar.

Perseroan akan menggelar HMETD sebanyak 1,17 miliar saham atau mewakili 13,46% dengan harga pelaksanaan Rp 760 setiap saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp 890,11 miliar. Adapun, pernyataan efektif tersebut telah diterbitkan OJK pada 26 November 2021.

Berdasarkan keterangan resmi, Selasa (30/11), manajemen perseroan menyebutkan bahwa seluruh dana hasil PUT VI setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk tiga hal. Pertama, sekitar 16,9% akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang perseroan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Kedua, sebanyak 8,5% dana HMETD tersebut akan digunakan untuk belanja modal antara lain untuk renovasi dan ekspansi toko, seta pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan omni-channel.

“Spesifiknya yaitu lima toko lama akan direnovasi dan 17 toko baru akan dibuka di Jawa dan luar Jawa dengan perkirakan biaya sewa Rp 68,75 miliar. Lalu, biaya yang diperkirakan untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi termasuk pengembangan platform omnichannel adalah Rp 6,25 miliar,” tulis manajemen.

Ketiga, perseroan mengalokasikan sebanyak 74,6% dana hasil rigths issue tersebut untuk modal kerja antara lain untuk keperluan peningkatan kualitas persediaan melalui pembelian barang dagangan dari pemasok.

Manajemen perseroan menambahkan, apabila dana hasil PUT VI tidak mencukupi untuk membiayai modal kerja perseroan akan mencari sumber pembiayaan lainnya, antara lain melalui penambahan fasilitas kredit yang didapatkan dari perbankan. Sedangkan jika perseroan tidak berhasil mendapatkan seluruh dana hasil PUT VI yang diharapkan, urutan prioritas penggunaan dana secara berurutan adalah untuk pembayaran sebagian pokok utang, belanja modal dan modal kerja perseroan.

Manajemen perseroan menambahkan setiap pemegang 45 saham biasa atas nama yang tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 8 Desember 2021 pukul 16.15 WIB akan mendapatkan 7 HMETD dengan nilai nominal Rp 50 setiap saham dan dengan harga pelaksanaan Rp 760 per saham.

Saham yang akan diterbitkan dalam rangka PUT VI ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). HMETD dapat diperdagangkan di BEI serta di luar selama 5 hari bursa mulai tanggal 10 Desember 2021 dan 13-16 Desember 2021. Pencatatan saham baru MPPA hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada tanggal 10 Desember 2021. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 16 Desember 2021 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi.

Lebih lanjut, bertindak sebagai pembeli siaga sehubungan dengan PUT VI ini adalah PT Multipolar Tbk (MLPL). Multipolar sebagai pemegang saham utama akan melaksanakan seluruh HMETD sampai dengan Rp 720 miliar atau setara 369.985.381 saham baru.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN