Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bukalapak (BUKA). Foto: Bukalapak.

Bukalapak (BUKA). Foto: Bukalapak.

Bukalapak Catat Kenaikan TPV 51%

Rabu, 1 Desember 2021 | 00:43 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat total transaksi yang benar terjadi (total processing value/TPV) tumbuh 45% menjadi Rp 31,2 triliun pada kuartal III-2021 atau tumbuh hingga 51% menjadi Rp 87,9 triliun sepanjang Januari-September 2021.

Pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 25% dan kenaikan sebesar 21% pada average transaction value (ATV) sepanjang 9 bulan pertama 2020 sampai dengan September 2021. “Sebanyak 73% TPV perseroan berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia. Penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung, serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat,” kata CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11).

Adapun Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan perseroan. TPV Mitra pada kuartal III-2021 dan per September 2021 masing-masing bertambah sebesar 129% menjadi Rp 16 triliun, dan 179% menjadi Rp 40 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi Mitra terhadap TPV perseroan meningkat dari 33% pada kuartal III-2020 menjadi 51% pada periode yang sama tahun ini. Sementara, ATV Mitra per September 2021 tumbuh sebesar 63% dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Hal ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir September 2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 10,4 juta, meningkat dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020.

Terbaru, Mitra Bukalapak pada Selasa (30/11) memperkenalkan fitur Agen BukaSend di aplikasi Mitra Bukalapak, di mana para pelaku UMKM dapat menjadi agen pengiriman barang untuk sejumlah jasa penyedia logistik ternama di Tanah Air, yaitu SiCepat Ekspres, J&T Express, Lion Parcel, Ninja Xpress, Anteraja dan Grab tanpa harus mengumpulkan modal. Sejak diluncurkan di aplikasi Mitra Bukalapak, jumlah Agen BukaSend sudah mencapai lebih dari 12.000 dan tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

Lebih lanjut, pendapatan Bukalapak pada kuartal III-2021 tumbuh sebesar 58% dari tahun sebelumnya, menjadi Rp 484 miliar, dan pendapatan per September 2021 tumbuh 42% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 1,3 triliun. Pertumbuhan pendapatan Bukalapak terakselerasi dari 37% YoY di kuartal II-2021 menjadi 58% YoY di kuartal III-2021, di mana kuartal III-2021 juga menyumbang perkembangan pendapatan sebesar 10% QoQ.

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, pendapatan Mitra Bukalapak pada kuartal III-2021 tumbuh sebesar 258% menjadi Rp 206 miliar, meningkat 42% dibandingkan kuartal II-2021, sementara pendapatan per September untuk Mitra Bukalapak tumbuh sebesar 298% menjadi Rp 496 miliar. "Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan meningkat dari 19% pada kuartal III-2020 menjadi 43% pada kuartal III-2021,” ucap Rachmat.

Bukalapak juga mampu menekan kerugian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA). Kerugian EBITDA per September 2021 15% lebih baik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, dengan rasio kerugian EBITDA terhadap TPV yang membaik menjadi 1,2%.

Bukalapak pun mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 13% menjadi Rp 1,2 triliun dari Rp 1,4 triliun. Alhasil, per September 2021, perseroan berhasil mengurangi kerugian bersihnya sebesar 19% menjadi Rp 1,1 triliun, dari Rp 1,4 triliun pada September 2020. Sementara itu, posisi kas Bukalapak sebesar Rp 23,6 triliun pada akhir September 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN