Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Group CEO Grab, Anthony Tan dan Co-Founder Grab, Hooi Ling Tan. (Foto: Grab)

Group CEO Grab, Anthony Tan dan Co-Founder Grab, Hooi Ling Tan. (Foto: Grab)

Merger Tuntas, Grab Listing di Nasdaq

Jumat, 3 Desember 2021 | 01:14 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan super app, Grab Holdings Ltd telah menyelesaikan penggabungan bisnis (merger) dengan special purpose acquisition company (SPAC), Altimeter Growth Corp. Setelah itu, Grab mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Amerika Serikat (AS), Nasdaq, pada 2 Desember 2021 dengan kode GRAB.

Group CEO and Co-Founder Grab Anthony Tan menjelaskan, pada 30 November 2021, pemegang saham Altimeter menyetujui merger dengan Grab. Nilai transaksi merger ini mencapai US$ 4,5 miliar atau nilai transaksi terbesar yang pernah ada di bursa AS. Sementara itu, menurut Reuters, valuasi dari gabungan perusahaan ini diprediksi mencapai US$ 40 miliar.

"Kami percaya ini saatnya untuk maju dan menjadi jalan untuk bisa menangkap peluang lebih besar lagi di kawasan Asia Tenggara," jelas Anthony dalam keterangan resmi, Kamis (2/12).

Sementara itu, Founder and CEO Altimeter Brad Gerstner menjelaskan, Grab adalah perusahaan yang berperan penting dalam mengubah cara hidup masyarakat dan komunitas yang dilayaninya. Grab yang menyediakan layanan ride hailing, pengiriman dan pembayaran masih membukukan pertumbuhan dalam kondisi pandemi ini, dan memainkan penting dalam digitalisasi di kawasan Asia Tenggara.

"Altimeter mengapresiasi kerja sama dengan Grab yang sekaligus bisa mendukung rencana Grab untuk terus melakukan inovasi dan bertumbuh," terang dia.

Adapun transaksi merger ini termasuk komitmen penuh dari penawaran Private Investment in Public Equity (PIPE) sebesar US$ 4 miliar. Sebesar US$ 750 juta dari komitmen tersebut berasal dari dana yang dikelola oleh Altimeter Capital Management. Investasi lainnya berasal dari dana yang dikelola oleh BlackRock, Counterpoint Global (Morgan Stanley Investment Management), dan T. Rowe Price Associates Inc.

Di samping itu, ada pula Fidelity International, Fidelity Management and Research LLC, Janus Henderson Investors, Mubadala, Nuveen, Permodalan Nasional Berhad, Temasek dan K3 Ventures. Dari investor lokal, terdapat Grup Djarum, keluarga Sariaatmadja, dan Grup Sinar Mas yang ikut berpartisipasi.

Presiden Direktur PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek Alvin W Sariaatmadja mengatakan, pihaknya memulai kemitraan dengan Grab berdasarkan visi dan misi bersama untuk menumbuhkan ekonomi digital Indonesia. 

"Selamat kepada Grab atas pencapaian penting ini. Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan Grab di Indonesia. Emtek berkomitmen untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia bersama Grab," jelas Alvin.

Lebih lanjut Marketing Officer LinkAja Wibawa Prasetyawan menjelaskan, Grab merupakan salah satu investor LinkAja yang telah memberikan dukungan dan motivasi agar bisa terus berkembang di industri. Grab dan LinkAja juga berkolaborasi dalam berbagai program, termasuk memberikan akses pada ekosistem dan juga pengembangan teknologi dalam rangka mengakselerasi inklusi finansial di Indonesia.

Wibawa juga melihat potensi menjanjikan dari Grab untuk pengembangan ekosistem syariah di Indonesia karena LinkAja merupakan sharia e-wallet pertama.

Dikutip dari Reuters, Grab berdiri pada 2012 dan menjadi perusahaan rintisan (start-up) terbesar di Asia Tenggara. Tahun lalu, valuasi Grab mencapai lebih dari US$ 16 miliar. Grab pertama kali muncul di Malaysia dan sekarang berkembang menjadi super app yang menjalankan bisnis pengiriman makanan, grocery, paket, hingga transaksi keuangan.

Saat ini, Grab sudah berkembang di 465 kota di enam negara dengan Indonesia sebagai pasar terbesar. Pada 2018, Grab mulai dikenal dunia internasional setelah mengakuisisi bisnis Uber Technologies Inc di kawasan Asia Tenggara. Dengan 8.000 karyawan, Grab memiliki pusat teknologi di Singapura, Beijing, Seattle, Bengaluru, dan tempat lainnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN