Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan PT OBM Drilchem Tbk (OBMD). Foto: Perseroan.

Salah satu kegiatan PT OBM Drilchem Tbk (OBMD). Foto: Perseroan.

OBM Drilchem Patok Harga IPO di Batas Atas, Indo Pureco di Batas Bawah

Jumat, 3 Desember 2021 | 01:30 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) mematok harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 180 per saham atau di batas atas penawaran yang berkisar Rp 150-180. Sementara itu, PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) menetapkan harga IPO sebesar Rp 100 per saham atau di batas bawah penawaran yang berkisar Rp 100-110.

OBM Drilchem yang memproduksi bahan aditif untuk mencegah kerugian yang terjadi dalam aktivitas pengeboran ini melepas 182 juta saham atau 24,86% dari total modal perseroan. Dengan harga Rp 180 per saham, maka perseroan bakal memperoleh dana maksimal Rp 32,76 miliar.

Perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 91 juta unit atau total 16,55% dari total modal perseroan. Harga pelaksanaan Rp 150-180 per waran, sehingga dana maksimal yang bisa diperoleh mencapai Rp 16,38 miliar.

PT KGI Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek, sedangkan penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian. Sesuai jadwal, masa penawaran umum berlangsung pada 2-6 Desember 2021 dan pencatatan saham di BEI pada 8 Desember 2021.

Perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk membeli bahan baku berupa serbuk serat selulosa dan kalsium karbonat untuk mengantisipasi kontrak-kontrak yang akan diperoleh di masa depan. Sedangkan dana yang diperoleh dari waran seri I nantinya akan dipakai untuk modal kerja, seperti pembelian alat lab, kemasan produk, dan pallet.

Hingga 30 September 2021, perseroan telah mengantongi pendapatan Rp 46,87 miliar dan laba bersih komprehensif tahun berjalan Rp 4,18 miliar.

Sementara itu, Indo Pureco yang merupakan perusahaan di industri pengolahan minyak buah kelapa ini melepas sebanyak 1 miliar saham atau setara 21,74% melalui IPO. Alhasil, perusahaan yang berdiri sejak 2019 dan memasarkan produk virgin coconut oil (VCO) ini menghimpun dana Rp 100 miliar.

PT KGI Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sesuai jadwal, masa penawaran umum pada 2-7 Desember 2021 dan pencatatan saham di BEI pada 9 Desember 2021.

Dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk belanja modal sebesar 61,88% dan modal kerja 38,12%. Hingga Agustus 2021, perseroan telah mengantongi pendapatan Rp 17,77 miliar dan laba bersih komprehensif tahun berjalan Rp 1,86 miliar. Jumlah tersebut bertumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dimana pendapatan Rp 10,76 miliar dan laba Rp 901,27 juta.

Rekor IPO

Adapun sebanyak 29 perusahaan sedang antre untuk masuk bursa saham dalam sebulan ke depan. Jika seluruhnya terealisasi, IPO saham tahun ini akan berjumlah 72 perusahaan dan memecahkan rekor jumlah IPO terbanyak yang diukir pada 2019, yakni 59 perusahaan. Sebanyak 43 perusahaan telah merealisasikan IPO-nya.

Dari sisi nilai, IPO saham tahun ini telah memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Per 16 September, nilai IPO saham mencapai Rp 32,14 triliun dan berpotensi melampaui Rp 45 triliun sampai akhir tahun. Ke-12 perusahaan yang sedang bookbuilding saja menargetkan dana IPO berkisar Rp 11,3 triliun hingga Rp 13,9 triliun. Rekor nilai IPO tertinggi sebelumnya dicapai pada 2010, yaitu Rp 29,67 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN