Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mata uang digital bitcoin. ( Foto: Ina Fassbender / AFP via Getty Images )

Mata uang digital bitcoin. ( Foto: Ina Fassbender / AFP via Getty Images )

Bitcoin, Ethereum, dan Kripto Big Cap Bergerak Melemah, Investor Wait and See

Jumat, 3 Desember 2021 | 06:33 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Bitcoin, ethereum, dan kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) lainnya terpantau cenderung beragam dengan mayoritas terkoreksi pada perdagangan Kamis 3/12/21), karena pelaku pasar cenderung memasang sikap wait and see.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan kripto tersebut dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, yakni muncul varian baru virus Covid-19 Omicron dan pencalonan dewan gubernur Federal Reserve di AS.

Sebagaimana diketahui, Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan (Afsel) pada pekan lalu dan telah dilaporkan di setidaknya 23 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).WHO pun juga telah memasukan varian Omicron ke dalam Variant of Concern (VOC).

Selain itu, Gedung Putih dilaporkan telah memulai wawancara dengan kandidat yang mungkin untuk mengisi kursi kosong di dewan gubernur Federal Reserve System pada 2022.

Ibrahim menyampaikan, Presiden AS Joe Biden sedang mempertimbangkan kandidat yang memenuhi syarat termasuk Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta Raphael Bostic, mantan direktur Biro Perlindungan Keuangan Konsumen Richard Cordray dan profesor hukum Universitas Duke Sarah Bloom Raskin untuk mengambil atas posisi dari anggota dewan Fed yang mengakhiri tugas pada awal 2022.

“Orang lain yang sedang dipertimbangkan dilaporkan termasuk mantan pejabat Departemen Keuangan di bawah Presiden Barack Obama, Karen Dynan, serta Valerie Wilson, direktur Program tentang Ras, Etnisitas, dan Ekonomi di Economic Institut Kebijakan,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Kamis (2/12).

Chief Technology Officer Aji M Iqbal mengatakan, komposisi dewan Gubernur The Fed tentu akan mempengaruhi kebijakan yang akan dikeluarkan, seperti Tapering yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi dunia.

“Namun hal tersebut justru bisa menjadi keuntungan bagi aset kripto, khususnya Defi seperti LDX Token. Sebagai aset yang terdesentralisasi, LDX Token tentu menjadi pilihan favorit bagi para investor global,” ujar dia.

Melansir data dariCoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, bitcoin naik tipis 0,03% ke level harga US$ 57.147,68/koin atau setara dengan Rp 820.069.208/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.350/US$), Binance Coin menguat tipis 0,09% ke level US$ 627,49/koin atau Rp 9.004.482/koin, dan Solana Meroket 10,87% ke US$ 234,03/koin (Rp 3.358.331/koin).

Sedangkan sisanya yakni Ethereum merosot 2,16% ke level US$ 4.601,44/koin atau Rp 66.030.664/koin, Cardano terkoreksi 1,29% ke US$ 1,55/koin (Rp 22.243/koin), XRP ambles 2,28% ke US$ 0,981/koin (Rp 14.077/koin), Polkadot ambruk 4,1% ke US$ 36,57/koin (Rp 524.780/koin), dan Dogecoin ambrol 3,34% ke US$ 0,2083/koin (Rp 2.989/koin).

Dalam perdagangan Kamis (2/12/21), secara teknikal Ethereum di platform Litedex protocol diperdagangkan masih akan menguat pada kisaran harga US$ 56.214,32 hingga US$ 58.446.75. Sedangkan untuk perdagangan hari ini (Jumat, 3/12/21), Ethereum kemungkinan masih akan menguat mendekati US$ 58.446,75.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN