Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rabu (22/9). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Menteri BUMN Erick Thohir saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rabu (22/9). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Saham Masih Tertekan, Erick Thohir: Mitratel Terus Lakukan Perbaikan dan Ekspansi

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menghadiri rapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (02/12/2021). Dalam rapat itu di bahas antara lain mengenai dukungan Pemerintah terhadap IPO PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL/Mitratel).

Erick mengemukakan, IPO Mitratel sudah dilakukan pada tanggal 22 November 2021. Pasca IPO,  saham anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) itu masih mengalami tekanan. Tapi, perbaikan akan terus dilakukan.
 
“Kalau kita lihat pada tahun 2021, ada Mitratel yang sudah IPO. Memang hari ini masih mendapat tekanan. Tapi kita confident, akan terus melakukan perbaikan,” katanya.
 
Menurut Erick, sebagai provider di bidang bisnis penyediaan menara pemancar telekomunikasi dan infrastruktur, Mitratel akan terus bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk menjangkau daerah-daerah yang belum mendapatkan WiFi atau mendapatkan akses digital.
 
“Kita tahu, kita sedang menghadapi 2nd wave digital hari ini, dimana edu-tech, health tech akan masuk. Kemarin, kita ribut mengenai pinjaman online (pinjol), salah satunya. Ya itu juga fintech, yang suka tidak suka akan masuk menjadi penetrasi yang harus kita seimbangkan. Karena itu, Mitratel kita posisikan untuk terus ekspansi, tapi juga memperkuat fondasi pada digital nasional kita,” papar Erick.
 
Mitratel melakukan IPO tidak saja ingin memperkuat keuangan, tapi juga infrastrukturnya. “Kalau kita lihat dari impactnya untuk Telkomnya sendiri, Alhamdulillah. Dengan perubahan strategi daripada Telkom yang sekarang lebih kepada B2B, dimana Telkom lebih memperkuat infastruktur seperti fiber optic, tower, data center, cloud, yang memang kedepan sangat diperlukan sebagai ketahanan kepada digital nasional. Kita bisa lihat sekarang, Telkom secara valuasi sudah tembus Rp411 triliun. Itu terbaik selama sejarah Telkom berdiri, jadi remodeling Telkom dan juga penguatan anak-anak perusahaan seperti Mitratel untuk IPO ini membuat struktur daripada Telkom itu sendiri," tegas Erick. 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : -

BAGIKAN