Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Penambangan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Ilustrasi: Penambangan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Indo Tambang Melaju di Atas Ekspektasi

Jumat, 3 Desember 2021 | 11:53 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Berlanjutnya kenaikan harga batu bara akan menjadikan pertumbuhan kinerja keuangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melampaui ekspektasi semula. Sedangkan tingginya rasio dividen ikut menambah dukungan positif terhadap pergerakan harga saham ITMG.

Tren kenaikan harga batu bara mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target laba bersih Indo Tambang menjadi US$ 403 juta tahun ini dibandingkan perkiraan semula US$ 294 juta. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan direvisi naik dari US$ 1,84 miliar menjadi US$ 1,96 miliar pada 2021. Sedangkan proyeksi EBITDA direvisi naik dari US$ 482 juta menjadi US$ 638 juta.

Revisi naik perkiraan kinerja keuangan tersebut merefleksikan tren peningkatan harga batu bara hingga pengujung tahun ini.

BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik rata-rata harga jual batu bara Indo Tambang dari US$ 81 per ton menjadi US$ 94 per ton. Peningkatan target harga jual tersebut menjadi faktor utama penguat kinerja perseroan, meskipun volume penjualan batu bara perseroan tahun ini direvisi turun dari 21,5 juta ton menjadi 20,4 juta ton.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, Indo Tambang diperkirakan kembali mencetak peningkatan kinerja keuangan pada kuartal terakhir tahun ini, meski kinerja telah tumbuh pesat dalam beberapa kuartal terakhir.

“Peningkatan volume produksi dan harga jual batu bara akan berimbas positif terhadap kinerja keuangan Indo Tambang pada kuartal terakhir tahun ini. Sedangkan tahun depan, harga jual batu bara perseroan diperkirakan berada di atas US$ 100 per ton bersamaan dengan volume produksi yang diperkirakan sama dengan raihan tahun 2021,” tulis Stefanus dalam risetnya.

Harga saham ITMG dalam satu dekade terakhir
Harga saham ITMG dalam satu dekade terakhir

Hingga September 2021, perseroan membukukan lonjakan laba bersih sebanyak 579% menjadi US$ 272 juta, yang didorong oleh lonjakan harga jual batu bara. Raihan tersebut telah melampaui perkiraan tim riset BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus analis.

Sedangkan volume produksi kuartal III-2021 mencapai 5,5 juta ton. Sepanjang kuartal IV-2021, menurut dia, peningkatan volume produksi diperkirakan datang dari tambang Bharinto dan Trubaindo.

Perseroan juga diperkirakan meraih peningkatan harga jual batu bara yang berimbas terhadap lonjakan laba besih pada kuartal IV-2021 dibandingkan raihan kuartal III- 2021 senilai US$ 154 juta. Sementara itu, Ciptadana Sekuritas dalam Equity Market Outlook 2022 menyebutkan bahwa peningkatan harga jual batu bara akan membuat kenaikan kinerja keuangan Indo Tambang berlanjut. Perseroan juga didukung oleh berlanjutnya efisiensi, sehingga laba bersih perseroan  diperkirakan mencapai US$ 515 juta pada tahun ini.

“Sentimen positif perseroan juga datang dari kebijakan rasio dividen yang tinggi, seiring dengan besarnya posisi kas internal perseroan. Hal ini menjadikan saham ITMG selalu atraktif,” tulis Ciptadana Sekuritas dalam laporannya.

Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold saham ITMG dengan target harga Rp 26.000. Target harga tersebut menggambarkan berlanjutnya kenaikan laba bersih, seiring dengan penguatan harga jual batu bara. Ciptadana memperkirakan lonjakan laba bersih Indo Tambang menjadi US$ 515 juta tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu US$ 39 juta. Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh dari US$ 1,18 miliar menjadi US$ 2,2 miliar.

Tahun 2022

Ringkasan kinerja keuangan Indo Tambangraya Mega
Ringkasan kinerja keuangan Indo Tambangraya Mega

Stefanus Darmagiri mengungkapkan, produksi batu bara Indo Tambang tahun depan diperkirakan tidak jauh berbeda dengan raihan tahun 2021. Tahun ini, perseroan memperkirakan volume produksi mencapai 18,6-18,8 juta ton dengan ekspektasi penjualan sebanyak 20,2-20,4 juta ton.

“Manajemen memberikan indikasi bahwa target volume produksi dan penjualan batu bara tahun 2022 sama dengan raihan tahun 2021. Sedangkan penambahan produksi diperkirakan datang dari pengoperasian tambang baru Graha Panca Karsa dengan batu bara kalori rendah,” terangnya.

Tambang tersebut mulai beroperasi pada kuartal terakhir tahun ini dengan indikasi produksi mencapai 1 juta ton. Target produksi tersebut mempertimbangkan perkiraan stripping ratio mencapai 2,5 kali tahun 2022.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ITMG dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 28.000. Revisi naik tersebut merefleksikan peningkatan target kinerja keuangan perseroan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN