Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Pabrik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Indocement Siap Buyback Saham Maksimal Rp 3 Triliun

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:53 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berencana membeli kembali (buyback) saham maksimal Rp 3 triliun. Pembelian saham bakal dimulai pada 6 Desember 2021 hingga 4 Maret 2022.

Adapun jumlah saham yang akan dibeli tidak akan melebihi 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar sebesar 7,5% dari modal disetor. Buyback ini diyakini bakal berdampak positif bagi investor.

Direktur dan Corporate Secretary Indocement Oey Marcos menyampaikan bahwa buyback saham ini akan memberikan tingkat pengembalian yang baik kepada pemegang saham dan meningkatkan kepercayaan investor. “Dengan begitu, harga saham perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya," jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (3/12).

Dia menegaskan, pembelian saham tidak memberikan dampak terhadap pendapatan perseroan. Karena itu, proforma laba perseroan tidak berubah. Pembelian saham akan menggunakan kas internal. Saat ini, perseroan memiliki permodalan dan arus kas yang baik dan cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha dan operasional belanja modal. Termasuk, buyback saham.

Perseroan pun optimistis buyback saham tidak akan mengakibatkan pendapatan menurun dan berdampak negatif terhadap pembiayaan perseroan, mengingat dana yang digunakan bersumber dari kas internal. Kecuali, jika perseroan menggunakan seluruh anggaran yang dicadangkan untuk buyback saham INTP berjumlah maksimum, maka jumlah aset dan ekuitas akan berkurang sebanyak Rp 3 triliun.

Prospek Saham

Sementara itu, kalangan analis menilai bahwa Indocement kembali menghadapi tantangan berat menjelang akhir tahun ini akibat peningkatan beban produksi. Kenaikan terbesar beban produksi datang dari kenaikan harga batu bara. Sedangkan besarnya kas internal dan posisi tanpa utang tetap menjadi katalis positif bagi perseroan.

Peningkatan biaya produksi di tengah lambatnya pemulihan penjualan semen mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target pertumbuhan kinerja keuangan Indocement sepanjang 2021. Target laba bersih perseroan tahun ini dipangkas dari Rp 1,97 triliun menjadi Rp 1,62 triliun. Pemangkasan tersebut sejalan dengan penurunan target pendapatan dari Rp 15,33 triliun menjadi Rp 14,83 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, Indocement telah menaikkan harga jual semen sebesar 5% pada Oktober, sehingga kenaikan rata-rata harga jual semen perseroan tahun ini berkisar 1,2%. Rendahnya kenaikan dipengaruhi oleh tingginya tingkat persaingan, khususnya dari pabrikan semen kelas bawah.

“Kenaikan harga jual tersebut tidak sebanding dengaan kenaikan harga pembelian batu bara yang telah mencapai 77% hingga September 2021, sehingga berimplikasi terhadap kenaikan biaya batu bara sebesar 8% per ton,” tulis Maria dalam risetnya.

Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham INTP, dengan target harga Rp 15.300. Pada perdagangan Jumat (3/12), INTP ditutup naik Rp 325 (3%) ke level Rp 11.075.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN