Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mengambil tema

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mengambil tema "Kebijakan Strategis OJK dalam Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi dan Langkah ke Depan," Senin, 6 Desember 2021. (BSMH/Herman)

Ketua OJK  Yakin IHSG Bisa Tembus 7.000

Senin, 6 Desember 2021 | 11:35 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id -- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir 2021 bisa menembus level 7.000. Di masa pandemi, IHSG pernah mencatat titik terendahnya pada 24 Maret 2020 yaitu di level 3.937,63 dari sebelumnya di atas 6.000.

OJK telah mengeluarkan kebijakan stabilitas pasar berupa pelarangan short selling, trading halt, penyesuaian auto-rejection limit, dan buyback saham tanpa RUPS. Dengan kebijakan tersebut, IHSG terus bergerak ke arah positif di mana pada 2 Desember 2021 berada di level 6.583,82. Tingginya minat investor ritel dan pelaksanaan penghimpunan dana melalui pasar modal, juga memberikan dampak positif kepada pertumbuhan IHSG.

“Kami yakin, dengan kepercayaan yang kembali, setelah penanganan Covid-19 jelas, setelah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan luar biasa, bisa menyangga agar ekonomi tidak kolaps, sehingga IHSG bisa balik. Sekarang sudah di atas 6.500, dan mudah-mudahan saya suka bercanda sama teman-teman taruhan akhir tahun bisa 7.000,” kata Wimboh Santoso saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang mengambil tema "Kebijakan Strategis OJK dalam Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi dan Langkah ke Depan," Senin (6/12/2021).

Wimboh mengatakan, meskipun kondisi pandemi dan ekonomi belum sepenuhnya pulih, kepercayaan masyarakat sudah mulai meningkat. Ia juga menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli saham, jangan tunggu sampai IHSG berada di level 7.000.

“Di pasar saham itu, kalau jelek, negatif, pasti ramai-ramai jual. Begitu ada indikator positif untuk ke depan, beli. Kalau nunggu baik betul, harganya sudah naik. Pada saat murah, beli. Makanya kalau mau beli ya sekarang, kalau sudah 7.000 mahal,” kata Wimboh.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN