Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.  Foto: MANDEL NGAN / AFP

Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Foto: MANDEL NGAN / AFP

Fokus Pasar: The Fed Putuskan Pengurangan Pembelian Obligasi jadi US$ 30 Miliar

Kamis, 16 Desember 2021 | 08:42 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — The Fed memutuskan untuk meningkatkan pengurangan pembelian obligasinya sebesar US$ 30 miliar per bulan yang diharapkan selesai pada awal tahun 2022.

Keputusan tersebut seiring dengan aksi The Fed untuk melawan inflasi yang tengah dalam keadaan memanas, sehingga mendorong The Fed mempercepat taper tantrum. Powell mengatakan, jika pandemi menimbulkan tantangan yang berkelanjutan, maka The Fed akan melakukan peningkatan pengurangan pembelian obligasi lebih cepat dan akan melawan situasi dan kondisi sesuai yang dibutuhkan.

Berdasarkan proyeksi yang dirilis oleh The Fed, terlihat bahwa tingkat suku bunga berpotensi naik sebanyak 3 kali pada tahun 2022 mendatang.

“Kemarin kami melihat bahwa kenaikkan tingkat suku bunga The Fed sebanyak 2 kali saja sudah mampu mendorong Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 2 kali atau 1:1,” jelas Pilarmas Sekuritas dalam riset nya, Kamis (16/12).

Pilarmas Sekurits menambahkan, apabila The Fed kembali menaikkan tingkat suku bunga hingga 3 kali, ada kemungkinan Bank Indonesia juga akan ikut menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 3 kali atau bahkan lebih apabila kenaikkan 1:1 tidak mampu untuk menanggulangi capital outflow yang keluar.

Powell mengatakan bahwa kenaikkan tersebut akan dilakukan secara bertahap. The Fed juga tidak mengharapkan akan langsung menaikkan tingkat suku bunga setelah Taper Tantrum usai, namun Powell mengatakan bahwa mereka berpotensi untuk menaikkan tingkat suku bunga meskipun ketenagakerjaan belum mencapai level maksimum.

Untuk diketahui The Fed masih melihat peluang kesempatan bagi tingkat suku bunga The Fed untuk naik 3 kali lagi pada tahun 2023, dan 2 kali lagi pada tahun 2024 sebelum pada akhirnya tingkat suku bunga The Fed akan berhenti hingga di angka 2,1%.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN