Menu
Sign in
@ Contact
Search
 PT Trans Power Marine Tbk (TPMA). Foto: perseroan.

PT Trans Power Marine Tbk (TPMA). Foto: perseroan.

Siap-Siap Trans Power Marine (TPMA) Mulai Realisasikan Pengangkutan Nikel

Senin, 27 Desember 2021 | 10:54 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) bersama-sama dengan PT Pacifik Pelayaran Indonesia (PPI) dan T&J International Holding Limited (TJI) teken Perjanjian Pemegang Saham  untuk bekerja sama pengangkutan barang curah, antara lain untuk nikel dan batu bara. Perjanjian tersebut telah diteken pada 23 Desember 2021 sebagai kelanjutan  dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani pada 29 Oktober 2021 lalu.

Corporate Secretary Trans Power Marine Rudy Sutiono mengatakan, kerja sama ini diwujudkan melalui PT Trans Logistik Perkasa (TLP) yang direncanakan akan membeli lebih kurang 60 set kapal tunda dan tongkang secara bertahap untuk kebutuhan pengangkutan biji nikel. Hal tersebut sebagai upaya mendukung kebutuhan batu  bara smelter di area Indonesia bagian tengah termasuk Sulawesi Tengah dan Indonsia bagian timur termasuk Maluku. TLP juga kemungkinan membeli beberapa unit mother vessel yang akan dikhususkan melayani kedua daerah tersebut.

 “Dengan  total investasi US$ 250 juta untuk membeli 60 set kapal tunda dan tongkang sebagai target investasi akan meningkatkan profitabilitas TPMA di masa yang akan datang. Kebutuhan batu bara untuk smelter di kedua daerah tersebut membuka peluang investasi beberapa unit mother vessel yang tentunya mendukung program pemerintah pada industri nikel dan turunannya,” ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Senin (27/12).

Baca juga:Trans Power Marine Garap Bisnis Pengangkutan Nikel

Emiten bergerak di bidang logistik dan pelayaran tersebut melakukan diversifikasi ke pengangkutan nikel karena saat ini menjadi primadona di Indonesia dan  smelter-smelter di Indonsia bagian tengah dan Indonesia bagian timur  akan menyerap tenaga kerja Indonesia yang tidak sedikit.

Rencana pembelian kapal-kapal tersebut, sambung Rudy sedang dalam proses pembiayaan dan diharapkan di awal tahun depan sudah dapat difinalisasikan sehingga pembelian kapal dapat mulai direalisasikan.

”Dengan dukungan dan kerja sama yang kuat, para pihak percaya dan optimis TPMA akan terus bertumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif kepada para pemangku kepentingan pada umumnya dan pemegang saham TPMA pada khususnya,” ujarnya.

Baca juga: Semacom Integrated (SEMA) IPO, Cek Harga Penawarannya

Sebelumnya, Trans Power Marine tahun 2021 menargetkan laba bersih dua kali lipat dibanding tahun 2020. Di mana, yang menjadi katalis positif kinerja TPMA ialah market batubara yang cukup tinggi sehingga akan berdampak pada permintaan sewa kapal atau tongkang TPMA. Selain itu juga, bisnis nikel saat ini sedang bertumbuh dan berkembang sehingga membutuhkan kapal tongkang untuk mengangkut biji nikel tersebut.

Berdasarkan kinerja keuangan, perseroan membukukan kenaikan laba bersih 34% secara year on year (yoy) pada semester I-2021 menjadi sebesar US$ 2,19 juta, dari US$ 1,63 juta pada periode yang sama tahun lalu. Namun, pendapatan tercatat turun 11,39% secara yoy menjadi US$ 19,61 juta dari periode yang sama di tahun sebelumnya US$22,13 juta.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com