Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Smartfren. Foto: Investor Daily/DAVID

Smartfren. Foto: Investor Daily/DAVID

Smartfren Telecom (FREN) Perkuat Bisnis Data Center, Simak Strateginya

Selasa, 28 Desember 2021 | 15:27 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana memperkuat bisnis data center. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi menurunnya potensi bisnis dari segmen voice dan SMS.

Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachys menjelaskan, industri telekomunikasi dalam beberapa waktu terakhir menghadapi banyak tekanan karena menurunnya penggunaan telepon dan layanan SMS. Pasalnya, pengguna sudah mulai meninggalkan kedua layanan tersebut dan beralih ke layanan over the top (OTT), yaitu layanan konten berupa data, informasi dan multimedia melalui jaringan internet.

“Sehingga, kami harus mencari jalan keluar karena pelanggan saat ini sudah menikmati menelpon dan mengirimkan pesan melalui aplikasi dan tidak mungkin dihentikan ataupun disuruh kembali ke telepon dan SMS,” ujar Merza dalam acara Paparan Publik secara Virtual, Selasa (28/12).

Melihat hal ini, Smartfren sejak awal sudah memfokuskan strategi pada peningkatan data dan mulai membangun data center. Smartfren juga mengembangkan layanan lain di luar OTT, misalnya layanan video, musik dan bisnis lainnya.

Khusus untuk peningkatan bisnis data center, Smartfren sudah mengakuisisi 20,5% kepemilikan di PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo). Menurut Merza, Moratelindo adalah perusahaan jaringan serat optik yang sudah memiliki 6 data center di Indonesia. Moratelindo juga memiliki 48,51 ribu km jaringan serat optik dan lebih dari 5 ribu pelanggan entreprises.

Baca juga: Suntik Modal, Smartfren Miliki Saham Moratelindo

“Dengan adanya 5.G, interkonektivitas antar kota merupakan kunci utama. Kapasitas Moratelindo dalam mengelola fiber optik menjadi nilai tambah bagi Smartfren dalam menguasai teknologi jaringan,” jelas Merza.

Ke depan, Merza mengungkapkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan kepemilikan di Moratelindo menjadi lebih dari 50%. Namun hal tersebut tidak bisa menjadi keputusan sepihak FREN karena harus mendapat persetujuan dari pemegang saham lain.

Lebih lanjut, selain meningkatkan kepemilikan di Moratelindo, Smartfren juga menjalin kerjasama dengan perusahaan artificial intelligence dan cloud computing dari Abu Dhabi, Group 42 (G42) dan mitra lokal, PT Amara Padma Sehati (APS). Kerjasama ini dilakukan untuk membangun data center berkapasitas 1.000 megawatt di Indonesia.

Baca juga: Smartfren Kembangkan Data Center 1.000 Megawatt di Indonesia

Pada tahap pertama, kedua belah pihak akan mengembangkan data center sebesar 100-200 mega watt. Pembangunan data center akan dilakukan di bebeapa lokasi seperti Kota Delta Mas dan ibu kota baru. Adapun pembentukan joint venture antara G42 dan APS akan dilakukan pada awal 2022.

Dengan adanya strategi bisnis ini, FREN berharap bisa berdampak positif terhadap perusahaan. Direktur Keuangan Smartfren Telecom Anthony Susilo menjelaskan, pada tahun depan, perseroan berharap bisa menumbuhkan pendapatan di atas 10%. Sementara bottom line diharapkan bisa semakin membaik seiring margin yang juga membaik.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN