Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), Foto: perseroan

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), Foto: perseroan

Resmi Listing, IPO Adaro Minerals (ADMR) Kelebihan Pemesanan 179 Kali

Senin, 3 Januari 2022 | 09:10 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adaro Mineral menuntaskan proses penawaran umum sahamnya (initial public offering/IPO) saham dengan kelebihan pemesanan atau oversubscribed hingga 179 kali dari penjatahan terpusat. 

Respons pasar yang baik dan tingginya minat investor pada IPO ini membuktikan kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek bisnis AMI di masa depan. Pada IPO ini, dan karena adanya kelebihan pemesanan tersebut, AMI telah menawarkan sebanyak 16,37% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum kepada masyarakat. 

AMI merupakan perusahaan di bawah naungan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan merupakan perusahaan pertama di bawah Adaro Energy yang tercatat di BEI. AMI bergerak di bidang usaha pertambangan batu bara metalurgi melalui perusahaan anak. Dalam menjalankan usahanya AMI  beserta perusahaan anaknya didukung dengan rantai pasokan yang terintegrasi dari tambang hingga ke stockpile dan area transshipment.

Baca juga: Adaro Minerals (ADMR) akan Jadi Emiten Pertama Tahun 2022

Melalui IPO ini, AMI berharap dapat terus mengembangkan bisnisnya dan menciptakan nilai maksimum dari aset-aset yang dimiliki. Saat ini, AMI merupakan produsen batu bara kokas keras premium atau premium hard coking coal pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Sesuai dengan prospektus, sekitar 58,83% dari dana yang diperoleh akan digunakan untuk keperluan pemberian pinjaman kepada perusahaan anak, PT Maruwai Coal (MC). Maruwai Coal akan menggunakannya untuk belanja modal seperti perbaikan dan peningkatan kapasitas infrastruktur pertambangan batubara serta infrastruktur pendukung. 

Hal ini seiring dengan meningkatnya produksi batubara dan biaya eksplorasi dalam rangka keperluan pengembangan teknik penambangan di Lampunut dalam kurun waktu tahun 2022 sampai dengan 2023. Sisanya akan digunakan untuk membayar kembali sebagian pokok atas pinjaman AMI dari Adaro Energy.

Presiden Komisaris Adaro Minerals Garibaldi Thohir, menyambut gembira kesuksesan pencatatan AMI di bursa, 

“Kami sangat bersyukur AMI dapat menjadi perusahaan pertama di bawah naungan Adaro Energy yang melantai di BEI. AMI merupakan salah satu motor pertumbuhan masa depan Adaro Energy seiring dengan objektif kami untuk memiliki model bisnis yang berkelanjutan bagi Grup Adaro. Kami telah mengembangkan aset kelas dunia yang dimiliki AMI dalam beberapa tahun belakangan untuk membuka potensi salah satu deposit batubara metalurgi yang terbesar di dunia. Hal ini sejalan dengan objektif AE untuk menciptakan nilai maksimum berkelanjutan dari batu bara Indonesia. Kami mendukung sepenuhnya IPO AMI ini dan berharap agar kontribusi AMI terhadap AE dapat terus tumbuh karena kami optimis akan prospeknya di masa depan," jelas dia dalam keterangan resmi, Senin (3/1).

Presiden Direktur ADMR Iwan Dewono Budiyuwono mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada para investor atas antusiasme dan dukungannya pada IPO AMI. Adaro Minerals meyakini portofolio aset-aset kelas dunia yang dimiliki AMI, komitmen akan keunggulan operasional, dedikasi terhadap keberlanjutan dan penciptaan nilai, kecakapan sumber daya manusianya, serta reputasi Grup Adaro akan terus mendukung kinerja AMI dan rencana serta strateginya untuk masa depan. 

Baca juga: Tetapkan Harga IPO, Adaro Minerals (ADMR) bakal Raih Dana Rp 604,8 M

"AMI saat ini merupakan produsen batubara kokas keras pertama dan satu-satunya di Indonesia. Batubara kokas keras merupakan salah satu bahan baku utama dalam produksi baja. Pertumbuhan ekonomi, aktivitas konstruksi, dan urbanisasi akan terus menyokong permintaan baja global,” ucap dia.

Iwan menambahkan, melalui IPO ini, AMI berharap untuk dapat terus meningkatkan kinerja operasional dan kinerja lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan (environmental, social, and governance/ESG). Pengelolaan lingkungan, pengembangan komunitas, serta tata kelola perusahaan merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan usaha AMI. 

Sejak awal beroperasi, AMI menerapkan standar ESG tingkat dunia sesuai dengan arahan dari ADRO. 

"Kami juga berharap kehadiran AMI dapat memenuhi kebutuhan akan bahan baku pembuatan baja di dalam negeri dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," papar dia.

AMI bergerak di bidang usaha pertambangan batu bara metalurgi melalui perusahaan anak. Masing-masing dari lima perusahaan anak AMI mempunyai konsesi tambang berdasarkan PKP2B yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Penjualan batubara sampai dengan Agustus 2021 mencapai 1,4 juta ton (Mt). AMI memiliki basis cadangan dan sumber daya batu bara yang besar, mencapai 170,7 Mt cadangan dan 980 Mt sumber daya, yang membuka lebar peluang pertumbuhan bagi AMI. 

Sejauh ini AMI melalui perusahaan anak telah mengoperasikan dua konsesi PKP2B, yaitu melalui PT Lahai Coal (LC) dan Maruwai Coal (MC). MC merupakan satu-satunya konsesi yang menjalankan aktivitas produksi dan memproduksi batu bara kokas keras dari tambang Lampunut, sementara LC saat ini sedang melakukan optimalisasi tambang.

Produk batu bara kokas keras AMI memiliki kadar abu dan fosfor yang sangat rendah serta kadar vitrinite yang tinggi, karakteristik batu bara yang sangat dihargai serta dicari oleh produsen baja terintegrasi. Selain kualitas batu baranya yang premium, biaya penambangannya termasuk yang paling rendah dan berada pada kuartil pertama kurva biaya. 

AMI saat ini merupakan produsen batubara kokas keras pertama dan satu-satunya di Indonesia. Batubara kokas keras merupakan bahan baku dalam produksi baja, bukan untuk pembangkit listrik tenaga uap. Potensi cadangan serta sumber dayanya yang besar membuka peluang pertumbuhan yang menarik bagi ADMR.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN