Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu aktivitas Samindo. Foto: IST

Salah satu aktivitas Samindo. Foto: IST

Larangan Ekspor Batubara

Samindo (MYOH) Tak Terdampak Langsung Larangan Ekspor, Adaro (ADRO) Monitor Kebijakan

Rabu, 5 Januari 2022 | 11:03 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mengaku tidak terdampak langsung dengan adanya larangan sementara ekspor batubara. Pasalnya, Samindo adalah penyedia jasa pertambangan batubara.

Sekretaris Perusahaan Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir menjelaskan, perseroan adalah penyedia jasa pertambangan batubara sehingga tidak terdampak secara langsung dengan penghentian sementara ekpor batubara yang dilakukan pemerintah. Lagipula kegiatan operasional klien MYOH telah memenuhi ketentuan domestic market obligation (DMO) yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Melonjak 48,5%, Laba Samindo US$ 21,3 Juta

“Saat ini, asosiasi pertambangan batubara juga tengah meminta pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan tersebut,” ujar Ahmad dalam keterangan resmi, Rabu (5/1).

Karenanya, Ahmad berharap dalam dua pekan ke depan sudah ada kepastian dari pemerintah terkait kebijakan tersebut. Untuk sementara ini, klien MYOH telah melakukan penyesuaian volume produksi untuk dua pecan mendatang.

Lebih lanjut, adanya larangan ekspor batubara ini tidak memberikan dampak finansial yang signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan. Perseroan juga melakukan koordinasi intensif dengan klien untuk menjaga proses kerja yang efektif dan efisien.

Baca juga: Terdongkrak Harga Batu Bara, Samindo Optimistis Kinerja 2021 Lebih Baik

Di sisi lain, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan entitas usahanya, yaitu PT Adaro Indonesia, Balangan Coal Companies yang terdiri dari PT Semesta Centramas, PT Laskar Semesta Alam, dan PT Paramitha Cipta Sarana; PT Mustika Indah Permai, serta PT Maruwai Coal sedang mempersiapkan langkah-langkah yang dianggap perlu dalam menyikapi situasi ini. Apalagi, ADRO telah memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pengutamaan kebutuhan dalam negeri sesuai dengan peraturan perundangperundangan yang berlaku.

“Adaro dan anak-anak usaha sampai saat ini terus memonitor dampak yang timbul maupun yang telah timbul dari adanya larangan dan kewajiban tersebut,” jelas Sekretaris Perusahaan Adaro Energy Mahardika Putranto.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN