Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tunjungan Plaza, salah satu besutan Pakuwon Jati. BeritaSatu Photo/Defrizal

Tunjungan Plaza, salah satu besutan Pakuwon Jati. BeritaSatu Photo/Defrizal

Pakuwon Jati (PWON) di Tengah Optimisme Insentif dan Prospek Mal

Senin, 10 Januari 2022 | 17:23 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan kinerja keuangan yang baik padakuartal III-2021, dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 257 miliar, tumbuh 117,8% secara tahunan dan 12,9% secara kurtalan.

Kinerja tersebut ditopang oleh pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp 1 triliun, dengan 87% di antaranya didapat dengan memanfaatkan insentif pajak pertambahan nilai (PPN). Berdasarkan kinerja keuangan, marketing sales Pakuwon pada kuartal III-2021 menurun hingga 53% menjadi Rp 185 miliar dibanding kuartal sebelumnya.

Meskipun terjadi penurunan marketing sales pada periode ini, secara kumulatif Pakuwon masih mencatatkan peningkatan pra-penjualan dalam Sembilan bulan 2021 sebesar 38,7% yoy menjadi Rp 1 triliun.

Dari total pra-penjualan sebesar Rp 1 triliun, mayoritas pembelian sebanyak 72% secara KPR, sekitar 25% pembelian dilakukan secara tunai, dan sisanya dengan cara in-house.

Sebanyak 87% perolehan marketing sales Pakuwon pada sembilan bulan 2021, memanfaatkan program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

“Kami yakin, marketing sales Pakuwon sesuai track yang dapat mencapai Rp 1,4 triliun untuk sepanjang 2021,” kata Analis Riset Samuel Sekuritas Olivia Laura Anggita dalam publikasinya, belum lama ini.

Harga saham PWON dalam satu dekade terakhi
Harga saham PWON dalam satu dekade terakhi

Olivia menjelaskan, hingga akhir 2021, Pakuwon lebih memprioritaskan penjualan persediaan yang sudah ada (total mencapai Rp 1,9 triliun) daripada merilis produk baru. Sepanjang tahun lalu, insentif PPN DTP telah menjadi daya dorong di sektor properti.

“Kami mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham PWON dengan target harga Rp 630, diskon 45% terhadap NAV, sekitar 1,8 kali dari Price Book Value (PBV), untuk estimasi 2022,” ungkap dia.

Menurut Olivia, dengan marketing sales mencapai 72% dari target perseroan pada tahun ini Rp 1,4 triliun, Pakuwon kian optimistis membukukan kinerja cemerlang seiring membaiknya volume traffic mal dan rencana penjualan persediaan hingga akhir 2021.

Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) Pakuwon Jati tercatat melemah di kuartal III-2021 sebesar 3,12% yoy seiring dengan pemberlakuan PPKM Darurat pada bulan Juli-Agustus 2021.

Sehingga, volume traffic mal Pakuwon Jati hanya mencapai sekitar 40-50% dan diskon sewa mal rata-rata 65%.

“Meski demikian, kami memperkirakan bahwa recurring income Pakuwon Jati membaik pada kuartal IV-2021, seiring dengan kembali pulihnya traffic mal Pakuwon Jati yang terletak di Jakarta dan Surabaya (saat ini mencapai di kisaran 90%) setelah pemerintah memutuskan melonggarkan pembatasan sosial. Recurring income berkontribusi sebesar 44,2% dari pendapatan perseroan,” kata dia.

Prospek PWON
Prospek PWON

Seiring dengan kembalinya pulihnya volume traffic mal, Pakuwon Jati berencana mengurangi diskon sewa malnya menjadi 30-35%, yang tentunya akan berdampak positif bagi pendapatan perseroan.

Terkait produk residensial, Pakuwon tidak meluncurkan  produk baru tahun ini, namun perseroan berencana menjual sisa persediaannya dengan total mencapai Rp 1,9 triliun.

Beberapa di antaranya adalah produk high rises, 2nd Tower Bekasi, 2nd Tower Pakuwon City dan satu tower di Pakuwon Mall Superblock. Namun, risiko terbaliknya, tidak diperpanjangnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), serta kembali meningkatnya angka kasus Covid -19, yang berpotensi mempengaruhi penjualan.

Bottom Line

Sahah satu property milik Pakuwon Jati (PWON), Foto:BeritasatuPhoto/DEFRIZAL
Sahah satu property milik Pakuwon Jati (PWON), Foto:BeritasatuPhoto/DEFRIZAL

Sementara itu, Pakuwon membukukan pertumbuhan laba bersih melonjak 747,3% yoy pada kuartal III-2021, sedangkan pendapatan mencatatkan kenaikan sebesar 23,9% menjadi Rp 1,3 triliun, meski ada penurunan tipis dibanding kuartal sebelumnya yakni 1,1%.

Pendapatan dari segmen property development, laba tumbuh 102,5% secara tahunan dan 56,9% secara kuartalan menjadi Rp 981 miliar, yang disebabkan peningkatan penjualan kondominium dan kantor masing-masing 36,4% yoy dan 52,2% qoq.

Sedangkan pendapatan dari rental dan service charge turun 56,5% yoy atau 58,8% qoq menjadi Rp 199 miliar.

Perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp 556 miliar pada kuartal III-2021 (2,9% yoy, 14,7% qoq) dan laba bersih sebesar Rp 257 miliar (117,8% yoy, atau 12.9% qoq) dengan net profit margin (NPM) sebesar 19.4%.

Secara kumulatif, pada September 2021, Pakuwon Jati mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 20,2% menjadi Rp 722 miliar dengan NPM sebesar 19,1%.

Samuel Sekuritas menurunkan proyeksi laba bersih sebesar 35,7% untuk full year 2022. Pakuwon Jati memberikan guidance adanya penurunan tarif sewa kantor hingga 20% pada 2022 karena tingkat occupancy rate yang lebih rendah, serta perubahan perilaku yang mendukung kerja mobile.

“Hal tersebut berpengaruh pada pendapatan recurring income, sehingga kami menurunkan proyeksi pendapatan 11,4% pada 2021,” ungkap Olivia.

Prospek Mal

Pakuwon Mall. (Foto: PT Pakuwon Jati Tbk)
Pakuwon Mall. (Foto: PT Pakuwon Jati Tbk)

Untuk tahun 2022, Samuel Sekuritas proyeksikan laba bersih Pakuwon Jati dapat mencapai Rp 1,38 triliun, turun 35,7% dari proyeksi analis sebelumnya. Rekomendasi masih buy dengan target harga Rp 630.

Outlook kami untuk Pakuwon Jati cukup positif, seiring dengan prospek segmen properti komersial, terutama mal yang kami yakini lebih cerah pada 2022 seiring dengan pemulihan ekonomi,” ujar dia.

Pakuwon Jati merupakan emiten properti yang pendapatannya lebih banyak berasal dari pendapatan berulang (recurring income). Sebesar 56% pendapatannya berasal dari penyewaan ruang kantor dan space di pusat-pusat perbelanjaan milik perseroan di Jakarta dan Surabaya.

Pada akhir tahun lalu, Pasenin  kuwon juga melakukan akuisisi selama pandemi. Akuisisi atas pusat perbelanjaan Hartono Mall Yogyakarta dan Hotel Marriott Yogyakarta yang berada di Kabupaten Sleman, DIY, serta pusat perbelanjaan Hartono Solo Baru, yang berlokasi di Solo Baru, Sukoharjo.

Akuisisi yang dilakukan Pakuwon atas dua pusat perbelanjaan di Yogyakarta dan Solo tersebut akan membantu diversifikasi aset emiten.

Selain itu, ketiga aset tersebut mendapatkan keuntungan dari jalan tol yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo ke Jakarta dan Surabaya. Tambahan aset kali ini relatif kecil dibandingkan properti utama milik Pakuwon dan tidak terlalu menambah skala secara material. Tambahan aset tersebut akan memperkuat pertumbuhan Pakuwon Jati melalui peningkatan pendapatan berulang atau recurring income.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com