Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kelapa sawit - bahan CPO

Kelapa sawit - bahan CPO

Stok berkurang, Harga CPO kembali Menguat

Selasa, 11 Januari 2022 | 09:56 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali menguat pada Senin (10/1).  HA itu diperkirakan terjadi karena persediaan atau stok yang berkurang. Berdasarkan Bursa Malaysia Derivatives, kontrak berjangka CPO pengiriman Februari 2022 naik 36 Ringgit Malaysia menjadi 5.262 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga : Tren Positif Harga CPO Masih Berlanjut di Awal 2022

Kenaikan juga terjadi pada kontrak berjangka CPO pengiriman Maret 2022, naik 41 Ringgit Malaysia menjadi 5.029 Ringgit Malaysia per ton. Untuk pengiriman April 2022 naik 34 Ringgit Malaysia menjadi 4.828 Ringgit Malaysia per ton. Sendangkan CPO Pengiriman Mei 2022 naik 27 Ringgit Malaysia menjadi 4.664 Ringgit Malaysia per ton, dan Juni 2022 19 Ringgit Malaysia menjadi 4.529 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip Bernama, data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dirilis Senin (10/1) menyebut stok CPO hingga Desember 2021 turun 11,89% menjadi 830,339 ton dari 942,354 ton pada bulan sebelumnya karena produksi dan ekspor yang lebih rendah. Sedangkan Total stok minyak sawit untuk bulan Desember turun 12,88 persen menjadi 1,58 juta ton dari 1,82 juta ton di bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspor minyak sawit turun 3,48 persen menjadi 1,41 juta ton pada Desember dibandingkan 1,47 juta ton pada November.

Baca juga : Harga CPO Diprediksi Masih Tinggi, NSS Komitmen Samakan Kualitas TBS Petani dan Perusahaan

Kepala penelitian komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani mengatakan pasar sudah memperkirakan penurunan dalam persediaan minyak sawit Desember 2021 tetapi data tersebut lebih rendah dari ekspektasi pasar. Meski demikian, ia menilai pergerakan harga akan tergantung pada kinerja ekspor dan produksi pada Januari.

"Sejauh ini, ekspor terlihat turun 41 persen dalam 10 hari pertama bulan ini, sementara perkiraan produksi kemungkinan akan turun dua digit akibat banjir baru-baru ini," katanya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN