Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ultimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk Chairul Tanjung (kanan) bersama CEO CXO Putri Indahsari memperlihatkan aplikasi Allobank usai rights issue Bank Allo di Jakarta, Selasa (11/1/2022). Foto: BeitaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ultimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk Chairul Tanjung (kanan) bersama CEO CXO Putri Indahsari memperlihatkan aplikasi Allobank usai rights issue Bank Allo di Jakarta, Selasa (11/1/2022). Foto: BeitaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor Strategis Masuk, Ekosistem Allo Bank (BBHI) Sulit Ditandingi

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:22 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.idUltimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) Chairul Tanjung menyatakan gabungan berbagai ekosistem yang terbentuk setelah penerbitan saham baru lewat rights issue Allo Bank bakal sulit ditandingi oleh siapa pun.

Ada enam investor strategis yang menebus saham baru rights issue Allo Bank Indonesia. Keenamnya adalah PT Bukalapak.com (BUKA), Abadi Investments (Traveloka), PT Indolife Investama Perkasa (grup Salim), H Holdings Inc (Grab), Trusty Cars (Carro), dan PT CT Corpora. Adapun sebelum rights issue kali ini, PT Mega Corpora memegang sebanyak 90% saham Allo Bank.

Chairul Tanjung menjelaskan, salah satu kunci sukses bank digital itu adalah ekosistemnya. Adapun CT Corp memiliki ekosistem fisik yang besar.

Baca juga: Bukalapak, Salim, Grab, dkk Dilarang Jual Saham Allo Bank (BBHI) Selama 3 Tahun

“Anda tentu tahu kita memiliki jaringan retail Transmart yang untuk superstore itu terbesar di Indonesia. Kita juga memiliki Metro Department Store kita memiliki high end branded fashion, kita juga punya food and beverage. Kita juga ada hal yang paling kuat database-nya tentu digital media dan ada banyak lagi yang lain. Kita merasa ekosistem kita kuat,” ungkap Chairul Tanjung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/1).

Akan tetapi, jelas Chairul Tanjung, dalam era digitalisasi sekarang ini, kolaborasi adalah kata kunci. Sekuat apa pun ekosistem sebuah perusahaan, tetap membutuhkan kerja sama dengan ekosistem yang lain. Oleh karenanya, pihaknya mengundang ekosistem lain untuk bersama membangun BBHI. Ada ekosistem fisik melalui grup Salim. Menurut CT, jika ekosistem fisik antara CT Corp dan grup Salim digabung, maka dapat dibilang ekosistem fisik ini menjadi yang terbesar di Indonesia.

“Kalau ekosistem fisik antara CT Corp dan Salim group digabung mungkin kami bisa declare bahwa ekosistem fisik kami terbesar di Indonesia. Bayangkan, Salim memiliki Indomaret dengan jaringan minimarket paling besar. Ada Superindo, ada produk-produk yang lain,” ujar Chairul Tanjung.

Baca juga: Bangun Platform, Allo Bank (BBHI) Gandeng Bank Digital Terbesar di Dunia

Kendati demikian, jelas dia, penggabungan ekosistem fisik saja tidak cukup. Oleh sebab itu, CT Corp mengundang juga ekosistem digital yang ada untuk bekerja sama. Kemudian, munculah nama-nama seperti Bukalapak, Grab, Traveloka, dan Carro.

“Dengan digabungnya dua ekosistem fisik dan digital ini akan menjadi kekuatan yang solid yang luar biasa yang akan susah ditandingi oleh siapa pun,” terang Chairul Tanjung.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN