Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi energi terbarukan. ( Foto: solarquotes.com.au )

Ilustrasi energi terbarukan. ( Foto: solarquotes.com.au )

Arcandra Tahar: Geothermal, Sumber Energi Terbarukan Potensial di Indonesia

Rabu, 12 Januari 2022 | 12:56 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Energi panas bumi (geothermal) dinilai bisa menjadi salah satu opsi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Namun, biaya eksplorasi geothermal di Indonesia masih cukup tinggi sehingga diperlukan sumber energi lain dalam masa transisi menuju energi bersih, yakni gas.

Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Arcandra Tahar menjelaskan, dalam mengembangkan energi terbarukan harus memperhatikan local wisdom negara setempat. Eropa misalnya, memanfaatkan energi dari angin karena memang sumber daya angin cukup besar di sana. Begitu juga dengan negara di Timur Tengah yang menggunakan energi matahari karena kapasitasnya cukup besar di sana.

"Namun di Indonesia, kapasitas untuk energi matahari tidak sebesar di Timur Tengah, yakni hanya 18% sehingga harus dicari sumber energi lain," terang dia dalam acara PGN Energy Economic Outlook 2022 di Jakarta, Rabu (12/1).

Baca juga: Panel Listrik Tenaga Surya Kunci Transisi Energi Terbarukan

Indonesia, menurut Arcandra harus mencari sumber energi yang bisa menghasilkan energi sepanjang waktu seperti halnya batu bara. Beruntungnya, Indonesia memiliki kekayaan alam berupa panas bumi yang bisa  dimanfaatkan sebagai sumber energi.

"Tetapi permasalahannya pengembangan energi geothermal lebih mahal dari batuara," kata Arcandra.

Baca juga: Kurangi Emisi dan Terapkan ESG, Pertamina Perbesar Kapasitas Geothermal

Oleh karena itu, menurut Arcandra, sebelum menuju energi bersih pada 2050, Indonesia harus menggunakan sumber energi lain yang lebih bersih dari energi fosil. Gas, lanjut Arcandra menjadi salah satu pilihan sumber energi yang lebih bersih dari batu bara. Akan tetapi, Arcandra melihat perlu ada pengembangan dari sisi inovasi dan teknologi untuk membuat infrastruktur yang mampu memasok gas dari daerah asalnya ke daerah tujuan.

Permasalahan inovasi dan teknologi ini juga menjadi pekerjaan rumah dalam mengeksplorasi geothermal agar biayanya bisa bersaing dengan eksplorasi batu bara. Selain itu, pengembangan geothermal ini juga perlu dikombinasikan dengan solar electric vehicle (EV) dan tenaga angin yang juga membutuhkan inovasi dan teknologi.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN