Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Antam.

Antam.

Harga Melorot, Bagaimana Prospek Aneka Tambang (ANTM)?

Kamis, 13 Januari 2022 | 10:03 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan tetap cerah dalam jangka panjang, meski sejumlah berita negatif tengah menyelimutinya dalam beberapa hari terakhir. Berbagai berita tersebut berimbas terhadap penurunan harga saham ANTM sejak awal tahun hingga hari ini.

Berdasarkan data BEI, harga saham ANTM telah melorot dari Rp 2.250 pada akhir tahun lalu menjadi Rp 1.935 pada penutupan perdagangan saham kemarin. Bahkan, kemarin ,harga saham ANTM ditutup anjlok hingga auto reject bawah (ARB) dengan penurunan Rp 245 menjadi Rp 1.935.

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa penurunan harga saham ANTM dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi beberapa berita, seperti kegagalan Indonesia Battery Company (IBC) mengakuisisi StreetScooter, berita terkait Kementerian ESDM yang memberikan peringatakan kepadan Antam terkait RAKB tahun 2022, kajian pemeirntah untuk menerapkan pungutan pajak ekspor pig iron nickel dan feronikel tahun 2022. Jika harga nikel di atas US$ 15.000 per ton, pungutan ekspor dieknakan 2%.

Baca juga: Duh, Mengapa Harga Saham Antam (ANTM) Jatuh?

Meski sejumlah berita negatif menyelimutinya hingga memicu penurunan harga saham ANTM dalam beberapa hari terakhir, sejumlah analis justru masih memberikan pandangan positif pada saham ANTM dengan rekomendasi dipertahankan beli. Di antaranya, RHB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.450. Sedangkan Ciptadana Sekuritas mempertahankan beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.500.

Analis RHS Sekuritas Ryan Santoso mengatakan, rekomendasi beli saham ANTM mempertimbangkan prospek bisnis perseroan, seiring dengan peluang kenaikan volume produksi bersamaan dengan potensi peningkatan harga jual komoditas nikel dan emas untuk jangka menengah dan panjang.

Selain itu, dia mengatakan, Antam memiliki pencapaian operasional yang baik setelah pandemi Covid-19 mulai menunjukkan peningkatan. Sedangkan peningkatan biaya bahan bakar bisa menjadi faktor penekan margin keuntungan perseroan dan peluang penurunan permintaan baja dunai.

RHB Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih Antam menjadi Rp 2,44 triliun tahun 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 Rp 2,31 triliun. Penjualan perseroan juga diprediksi naik dari target Rp 31,37 triliun tahun 2021 menjadi Rp 32,29 triliun pada 2022.

Baca juga: Kegagalan IBC Mengakuisisi StreetScooter Berdampak Buruk

Sementara itu, analis Bahana Sekuritas Thomas Radityo menyebutkan, Antam diproyeksikan mampu untuk meningkatkan voume penjualan bijih nikel dalam beberapa tahun mendatang. Sedangkan proyek HPAL telah berjalan sesuai target sehingga bisa berdampak terhadap peningkatan kapasitas produksi ke depan.

Berbagai faktor tersebut Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.500. Target tersebut memperkirakan peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 3,51 triliun tahun 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 2,47 triliun. Pendapatan perseroan diestimasi naik menjadi Rp 30,67 triliun pada 2022, dibandingkan estimasi tahun 2021 Rp 28,21 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN