Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu armada Garuda Indonesia. Foto: DAVID

Salah satu armada Garuda Indonesia. Foto: DAVID

Garuda Indonesia (GIAA) Ditagih Utang Rp 198 T oleh 470 Kreditur

Kamis, 13 Januari 2022 | 10:34 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – 470 kreditur mengajukan tagihan senilai total Rp 198 triliun kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melalui tim pengurus. Jumlah tersebut diajukan dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara Garuda Indonesia.

Anggota Tim Pengurus PKPU Garuda Indonesia, Martin Patrick Nagel menjelaskan, saat ini tim pengurus sudah melakukan pra-verifikasi bersama dengan kreditur dan debitur sehubungan dengan tagihan yang diajukan kreditur kepada tim pengurus.

Baca juga: CT Tambah Modal di Garuda Indonesia (GIAA), Investor Strategis Diundang Gabung

“Berdasarkan catatan sementara tim pengurus, kreditur yang mengajukan tagihan lebih dari 470 kreditur dengan tagihan kurang lebih sebesar Rp 198 triliun,” kata Martin kepada Investor Daily, Kamis (13/1).

Akan tetapi, lanjut dia, terhadap tagihan tersebut sedang dicocokkan juga dengan data atau catatan dari debitur, dalam hal ini Garuda Indonesia.

“Proses selanjutnya adalah pra-verifikasi sejak 12 Januari 2022, kemudian rapat verifikasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” papar Martin.

Di sisi lain, pengamat penerbangan Arista Atmadjati mengharapkan proses PKPU Garuda Indonesia bisa berjalan lancar. Ke depan, menurut dia, GIAA harus lebih realistis dengan fokus mengoperasikan penerbangan domestik dan mengoptimalkan pesawat-pesawat yang ada.

Baca juga: Akhirnya setelah 2 Tahun, Garuda (GIAA) Kembali Layani Penerbangan Umrah

“Yang penting survive and recover pelan-pelan. Toh, pesaingnya di full service hampir tidak ada, kecuali Batik Air,” jelas Arista.

Selain itu, ujar dia, Garuda juga harus terus mendorong peningkatan pendapatan dari sisi angkutan logistik, carter, dan pangsa pasar korporasi.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN