Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beberapa jenis koin kripto

Beberapa jenis koin kripto

Mau Tau Kilas Balik Industri Kripto di Tahun 2021, Yuk Disimak!

Jumat, 14 Januari 2022 | 10:15 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Diperkirakan tingkat kepemilikan kripto global rata-rata mencapai 3,9% dengan lebih dari 300 juta pengguna kripto di seluruh dunia dan lebih dari 18.000 bisnis telah menerima pembayaran melalui cryptocurrency. India memimpin dengan memiliki 100 juta pengguna kripto, kemudian disusul oleh USA dengan 27 juta pengguna, dan Nigeria 13 juta.

Untuk Indonesia, dikutip dari Triple A, Indonesia berada di peringkat 30 besar, di bawah Malaysia dan Vietnam. Berdasarkan data administrasi kependudukan per Juni 2021, jumlah penduduk Indonesia berjumlah 272 juta. Hal ini, dapat diartikan dengan tingkat penyerapan kripto saat ini, bahwa kurang lebih 2,7% penduduk Indonesia telah memiliki kripto. Melihat hasil tersebut dapat terlihat bahwa peluang aset kripto di Indonesia dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Indonesia sendiri bukanlah negara yang mengisolasikan diri terhadap perkembangan kripto, tahun ini ada berbagai perkembangan dan bahasan terhangat seputar kripto yang melingkupi adopsi kripto tanah air.

Baca juga: Ini Dia Langkah Awal Trading Kripto untuk Pemula

Menurut Head of Growth Coinvestasi Dhila Rizqia, pertumbuhan investor kripto di Indonesia juga terlihat dari meningkatnya jumlah media serta akun media sosial yang menyajikan konten seputar aset kripto. Jumlah audiens Coinvestasi pun mengalami pertumbuhan signifikan di berbagai channel, termasuk Instagram dan YouTube Coinvestasi yang meningkat sekitar 1.700% dan 1.300%

Coinvestasi pun merangkum hal-hal yang menjadi perbincangan hangat di industri kripto dalam negeri selama tahun 2021.

1.Indonesia Keluarkan Daftar Aset Crypto Legal Bitcoin sudah menjadi salah satu mata uang legal di Indonesia yang berfungsi sebagai komoditas dan bisa diperdagangkan di bursa berjangka, pada 2021 Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai otoritas yang mengatur hal tersebut, mengeluarkan kabar terbaru terkait aset kripto di Indonesia. Di antaranya adalah 13 daftar bursa legal yang berhak membuka operasional di dalam negeri dan merilis 229 aset kripto yang sah diperdagangkan di bursa.

2.Bahas Aturan Pajak Crypto

Dalam publikasi Bappebti disebutkan bahwa pajak kripto di Indonesia direncanakan akan berada pada tarif 0,05% dan angka pajak ini lebih rendah daripada saham yang dikenakan 0,1%. Sedangkan, kabar terbaru yang dihimpun dari berbagai sumber, pemerintah mulai melakukan pembahasan pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) final bagi masyarakat yang berinvestasi di aset kripto, di mana besaran PPh mulai mengerucut ke angka 0,03%. Namun, hingga saat ini belum ada aturan pasti mengenai pajak kripto di Indonesia, persoalan pajak ini pun menarik untuk dinantikan perkembangannya tahun depan.

3.MUI Keluarkan Fatwa Crypto

Kabar cukup menggemparkan di penghujung akhir 2021 adalah MUI yang mengambil sikap soal aset kripto. Berdasarkan Ijtima Ulama yang digelar pada 9-11 November, MUI memutuskan bahwa penggunaan cryptocurrency sebagai mata uang hukumnya haram, karena mengandung gharar, dharar dan bertentangan dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia nomor 17 tahun 2015.

4.Artis Sampai Pejabat Dukung NFT

Perkembangan NFT (Non-Fungible Token) di Indonesia cukup menarik untuk disimak, apalagi setelah Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat pun meramaikan trend ini dengan mengajak para seniman Jawa Barat untuk memasarkan karya seninya sebagai NFT dan akan memfasilitasi proses jual beli NFT melalui platform NFT, salah satunya adalah Opensea. Selain itu, publik figur Arnold Poernomo juga memiliki NFT sehingga para pengikutnya di Twitter pun ramai untuk mempromosikan NFT yang mereka miliki dan juga ada public figure Syahrini yang menjual 17.800 NFT dalam seri Syharini’s Metaverse Tour. Satu NFT Syahrini dijual seharga $20 setara dengan Rp287.000.

Baca juga: Kripto Buatan Dalam Negeri Dinilai Mampu Tandingi Buatan Luar

5.Token Exchange

Token exchange digunakan sebagai token asli jaringan dan bisa digunakan pengguna exchange untuk mendapatkan keuntungan yang diberikan bursa, misalnya diskon deposit, tidak dikenakan biaya penarikan, berhak mengikuti aktivitas promosi, dan lain sebagainya.

6.Kerja sama Telkom Indonesia dan Binance

Kabar mengejutkan pada 2021, yaitu hadirnya Binance yang diketahui bermitra dengan anak perusahaan Telkom Indonesia yakni MDI Ventures. Dalam kemitraan ini Binance akan memberikan infrastruktur dan teknologi manajemen aset untuk mendukung pengembangan platform pertukaran aset kripto.

7.Exchange Crypto Bertambah

PT Multipolar Tbk (MLPL) masuk ke dunia kripto dan bekerja sama dengan Luno. Kerja sama ini berbentuk joint venture dengan perusahaan kripto asal Inggris yakni Luno. Langkah ini pun, disambut baik oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, yang mana kemitraan tersebut akan menghasilkan platform perdagangan kripto baru di Indonesia.

 

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN