Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Foto: BeritaSatu Photo)

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Foto: BeritaSatu Photo)

Dirut Garuda (GIAA) Ungkap akan Ada Pendanaan Baru, dari Mana?

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:31 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra mengungkapkan, akan ada pendanaan baru ke depan setelah proses penyelesaian restrukturisasi dan negosiasi Garuda dengan para kreditur dan lessor selesai.

Setelah semua hal itu lengkap, Irfan menjelaskan, GIAA akan mengoperasikan sebanyak 66 pesawat pada tahun ini. Adapun saat ini Garuda Indonesia terbang dengan jumlah pesawat di bawah 40 armada. Padahal GIAA tercatat menguasai 140 pesawat.

Baca juga: Garuda Indonesia (GIAA) Ditagih Utang Rp 198 T oleh 470 Kreditur

“Kita berharap dengan peningkatan traffic dan juga penyelesaian restrukturisasi dan negosiasi dengan lessor dan kemudian juga pendanaan-pendanaan baru ke depan mudah-mudahan kita bisa menambah terus (pesawat). Kita berharap 2022 ini kita akan bisa berjalan dengan 66 pesawat dan ini kita sudah sampaikan ke para lessors,” jelas Irfan dalam program Hot Economy bertajuk ‘Bersih-bersih Garuda’ yang disiarkan secara langsung oleh Beritasatu TV, Kamis (13/1).

Irfan menyebutkan, Garuda sudah membuat business plan baru yang memastikan ke depan maskapai ini akan mendulang untung. Dia menekankan, national flag carrier yang membanggakan adalah national flag carrier yang menguntungkan.

“Penting untuk kami untuk terus memperkenalkan rute-rute baru yang kita percaya menguntungkan dan mempertahankan rute-rute yang sudah menguntungkan,” ucap Irfan.

Karena itu, dia mengatakan, Garuda akan menolak apabila ada permintaan untuk membuka rute penerbangan yang tidak menguntungkan. GIAA akan mempertimbangkan melayani rute tak menguntungkan itu apabila ada struktur operasional yang berbeda, seperti subsidi.

“Dengan segala hormat menyatakan kepada semua pihak minta maaf Garuda tidak sanggup melayani rute-rute ini karena buat kami ini tidak menguntungkan dan silahkan maskapai lain yang akan melayani. Atau kita akan melayani rute tersebut dengan struktur yang berbeda  bukan semata-semata struktur komersial biasa,” jelas Irfan.

Sebelumnya, pemilik dan CEO CT Corp Chairul Tanjung atau CT menyatakan akan menambah modal pada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). CT saat ini memiliki saham di GIAA melalui PT Trans Airways sebesar 28.26% dari modal ditempatkan dan disetor.

Baca juga: Akhirnya setelah 2 Tahun, Garuda (GIAA) Kembali Layani Penerbangan Umrah

Chairul Tanjung mengungkapkan, penambahan modal akan direalisasikan, apabila proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Garuda Indonesia tuntas.

“Kalau selesai (PKPU) nanti rencananya kita itu akan menambah kembali modal untuk memperkuat. Nanti bagaimana cara penambahan modalnya,” ungkap Chairul Tanjung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/1).

Selain itu, Chairul Tanjung menyebutkan bahwa ke depannya, para pemegang saham GIAA akan mengundang investor strategis untuk bergabung. Saat ini, proses mengundang investor strategis itu masih dalam tahap pembicaraan.

“Itu kan dibicarakan antara pemerintah dengan kami. Nanti rencananya kami juga akan mengundang investor strategis. Nah itu sedang dalam tahapan pembicaraan semuanya. Jadi sabar,” ungkap Chairul Tanjung.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN