Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ghozali Ghozalu

Ghozali Ghozalu

Viralnya NFT Ghozali Hingga Potensi Aset Digital di Indonesia yang Kian Terbuka

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:03 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Seorang pemuda bernama Ghozali menjadi miliarder berkat koleksi foto selfie-nya yang dijual dalam bentuk aset digital non-fungible token (NFT). Koleksi NFT yang berjudul 'Ghozali Everyday' ramai diburu para kolektor aset digital. Saat ini koleksi NFT Ghozali tercatat ada 933 item foto selfie.

Mulanya NFT ini hanya diberi harga 0,001 ETH atau sekitar Rp 45 ribu. Tapi kini, harga penjualan tertinggi dari salah satu NFT-nya yang berjudul Ghozali_Ghozalu #311 adalah 11 ETH atau sekitar Rp 47 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) yang juga COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda, melihat fenomena viralnya NFT Ghozali memberikan angin segar bagi perkembangan pasar NFT di Indonesia. Di samping itu, momen ini bisa dijadikan edukasi terkait pemanfaatan NFT serta ekosistem blockchain lainnya.

"Fenomena ini memperlihatkan potensi besar pasar NFT di Indonesia. Selain itu, masyarakat juga menjadi tertarik untuk mempelajari manfaat NFT beserta ekosistem blockchain lebih dalam, karena ramai dibahas di media sosial," kata pria yang akrab disapa Manda, Jumat (14/1).

Baca juga: Kripto dan NFT Wajib Masuk SPT, Aspakrindo: Jangan Sampai Menyulitkan Trader

Lebih lanjut, Manda menjelaskan, berkat NFT Ghozali Everday yang mendapatkan respons positif, masyarakat dan komunitas NFT global mulai melirik potensi pasar NFT di Indonesia. NFT pun bisa mendapatkan pendapatan baru bagi pembuat karya dan memajukan ekonominya.

"Ghozali juga membuktikan bahwa siapa aja bisa membuat karya dalam bentuk aset digital NFT. Tidak hanya sebagai apresiasi karya, NFT juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi pembuatnya," tuturnya.

Walaupun belum ada laporan mengenai jumlah transaksi NFT di Indonesia, platform pelacak pasar, Dappradar, melaporkan tren transaksi penjualan NFT secara global menyentuh angka US$25 miliar (sekitar Rp357 triliun) sepanjang 2021, seiring makin populernya aset kripto. TokoMall, Pelopor Marketplace NFT di Indonesia Tokocrypto sendiri memiliki marketplace NFT bernama TokoMall. Ini menjadi pelopor marketplace NFT di Indonesia.

Baca juga: Whoafrank Fasilitasi Penjualan Karya Seniman Bali Lewat NFT

Sejak diluncurkan Agustus 2021 lalu, kini, telah memiliki lebih dari 9,000 kolektor, 80 mitra resmi, dan lebih dari 8.000 NFT.

Head of TokoMall Thelvia Vennieta menjelaskan, TokoMall memiliki tujuan untuk mendukung para kreator, seniman, brand lokal Indonesia dengan memanfaatkan NFT untuk memperluas market ke seluruh dunia, mendapatkan revenue stream baru, dan memastikan royalti dan hak cipta. "Berbeda dengan marketplace NFT lainnya, TokoMall punya konsep digital meets reality buat kolektor, di mana tidak hanya koleksi NFT untuk investasi, tetapi juga bisa diubah ke barang fisik dari beberapa eksklusif partner yang digemari," kata Thelvia.

Menurutnya, ada tiga pilar yang harus dipahami saat membuat proyek NFT. Pertama, rarity, karya NFT harus memiliki unsur kelangkaan atau keunikan agar tidak umum. Kedua, utility, karya NFT harus memiliki additional value yang ditawarkan kepada para pemegang NFT. Terakhir, community, karya NFT akan sukses jika dibangun atas interest yang sama dari banyak individu agar memilki value.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN