Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kelapa sawit - CPO

Kelapa sawit - CPO

Pekan Depan, Harga CPO Berpotensi Tertahan di Level Resistance

Jumat, 14 Januari 2022 | 17:37 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Hingga pekan depan, harga CPO berpotensi tertahan di level resistance, yaitu 5.150 – 5.200 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif maka harga berpotensi turun ke level support 5.050 – 5.000 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga menjelaskan, sejak awal pekan, harga CPO mayoritas cenderung mengalami kenaikan. Namun, sebenarnya untuk tren positif pergerakan harga CPO sudah terlihat sejak pertengahan Desember lalu. Faktor utama yang mendongkrak kenaikan tersebut adalah gangguan pasokan dari negara produsen utama CPO yaitu Indonesia dan Malaysia yang dilanda curah hujan tinggi.

Baca juga : Stok berkurang, Harga CPO kembali Menguat

“Serta ditambah dengan kekurangan tenaga kerja di perkebunan terutama di Malaysia akibat meningkatnya penyebaran Covid-19 yang dipicu varian Omicron sehingga menyebabkan penurunan di sisi produksi,” unngkap Girta kepada Investor Daily, Jumat (14/1).

Sementara itu, lanjut Girta, dari sisi permintaan juga mengalami kenaikan terutama menjelang berlangsungnya perayaan Tahun Baru China pada awal Februari. Selain itu, Pemerintah Malaysia yang pada pekan lalu mengumumkan akan melakukan mandatory B20 pada akhir 2022 ini semakin menambah kekhawatiran pasar akan semakin ketatnya pasokan di pasar.

“Hingga pekan depan, harga CPO berpotensi tertahan di level resistance 5.150 – 5.200 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif maka harga berpotensi turun ke level support 5.050–5.000 Ringgit Malaysia per ton,” jelasnya.

Baca juga : Tren Positif Harga CPO Masih Berlanjut di Awal 2022

Lebih lanjut Girta mengatakan, untuk sentimen yang dipantau pekan depan adalah laporan ekspor CPO Malaysia untuk paruh pertama Januari. Serta, periode 1–20 Januari yang biasa digunakan untuk melihat gambaran pertumbuhan permintaan CPO dari negara importir. Dengan adanya gangguan dari sisi produksi, tentunya kondisi tersebut juga akan turut menguras stok di negara produsen.

“Mengutip data resmi dari Dewan Sawit Malaysia dilaporkan bahwa stok sawit di akhir Desember dari negara produsen sawit terbesar kedua dunia itu merosot turun hampir 13% dibanding bulan sebelumnya,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN