Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta, Senin (7/12/2020). Harga emas batangan bersertifikat logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan kemarin mencapai Rp 959.000 per gram, turun Rp 1.000 dari perdagangan sebelumnya. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta, Senin (7/12/2020). Harga emas batangan bersertifikat logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan kemarin mencapai Rp 959.000 per gram, turun Rp 1.000 dari perdagangan sebelumnya. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Prospek Antam (ANTM) Tetap Kuat, Sejumlah Analis Rekomendasi Beli

Senin, 17 Januari 2022 | 09:33 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan tetap solid, meskipun isu penerapan pajak progresif ekspor low nickle, nickle pig iron (NPI), dan ferronickle, membayangi.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih Antam menjadi Rp 2,75 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 2,28 triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan bertumbuh menjadi Rp 33,38 triliun tahun 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 31,25 triliun.

Baca juga: ANTAM Catatkan Peningkatan Penjualan Emas pada 2021

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan Mengatakan, pajak ekspor komoditas ini kemungkinan diumumkan pemerintah dalam waktu dekat. Meski demikian, diproyeksikan penerapan pajak progresif ekspor ini tidak akan berdampak signifikan terhadap keuntungan Antam.

“Kami masih menunggu detil kebijakan pungutan ekspor ini. Sebelum aturan secara resmi diberlakukan, kami tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.000 per saham,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.

 

Rekomendasi

Target harga

BRI Danareksa Sekuritas

Buy

Rp 3.000

RHB Sekuritas Indonesia

Buy

Rp 3.450

Dari sisi atas peningkatan kapasitas smelter nikel di Indonesia, dia mengatakan, bakal memberikan dampak positif paling besar bagi Antam. Hal ini tentu akan berimbas langsung terhadap peningkatan volume penjualan bijih nikel perseroan untuk diolah pada beberapa smelter tersebut.

Berdasarkan data, Indonesia akan mendapatkan tambahan kapasitas smelter nikel sebanyak 230 ribu ton tahun 2022 dan mencapai 170 ribu ton pada 2023. “Penambahan kapasitas tersebut diperkirakan berimbas terhadap peningkatan volume penjualan bijih nikel Antam mencapai 10% menjadi 8,8 juta ton tahun 2022. Produk ini bisa berkontribusi sebanyak Rp 33 triliun terhadap pendapatan Antam,” tulisnya.

Baca juga: Antam (ANTM) Batal Akuisisi StreetScooter, Peluang RI Jadi Pemain Global di Industri Baterai Makin Tertantang

Dukungan terhadap kinerja keuangan Antam, ungkap dia, sejalan dengan perkiraan pertumbuhan permintaan nikel untuk produksi stainless steel dan non stainlees dunia masing-masing 9,9% dan 9,6%. Peningkatan ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi dunia.

“Dengan tren peningkatan permintaan ini bersamaan dengan masih adanya pembatasan operasional smelter di Tiongkok, kami memperkirakan pasar nikel akan ketat tahun ini dan berimbas terhadap peningkatan harga jual,” terangnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.000. Target terebut mengimplikasikan perkriaan PE tahun 2022-2023 sekitar 29,5 kali dan 23,6 kali.

Sedangkan sepanjang dua pekan ini, saham ANTM bergerak turun dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 2.250 menjadi Rp 1.950 pada penutupan 14 Januari 2021. Praktis dalam dua pekan terakhir, saham ANTM menunjukkan penurunan setiap hari.

Pandangan positif atas saham ANTM juga diberikan analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso. Menurut dia, kinerja keungan diperkirakan tetap menjanjikan ke depan, seiring dengan upaya perseroan untuk mempertahankan kinerja operasional tetap kuat sejalan dengan tingginya harga jual komoditas tambang.

RKAB Terpenuhi

Ryan mengatakan, manajemen Antam telah menginfirmasi bahwa seluruh kewajiban terkait dengan pengajuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) atau pengelolaa izin usaha pertambangan (IUP) sudah dituntaskan, sehingga tidak ada lagi isu going concern perseroan ke depan.

Baca juga: Antam Paling Diuntungkan oleh Proyek Kendaraan Listrik dan Smelter

Sedangkan rencana kerja tahunan atau RKAB salah satu IUP pertambangan emas yang belum berproduksi di Banten memang masih dalam tahap penyerahan. RKAB ditargetkan tuntas sesuai dengan target waktu.

“Kami memperkirakan bahwa Antam dapat mempertahankan kinerja positif tahun ini. Bahkan, perseroan diperkirakan dapat merealisasikan target yang telah kami tetapkan,” terangnya.

RHB Sekuritas menargetkan keniakan laba besih Antam menjadi Rp 2,44 triliun tahun 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 2,31 triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan naik dari estimasi Rp 31,73 triliun menjadi Rp 32,29 triliun.

Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.450.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN