Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investasi, Foto: Pixabay

Investasi, Foto: Pixabay

Usai Rights Issue, Allo Bank (BBHI) Kantongi Modal Inti Rp 6 Triliun

Senin, 17 Januari 2022 | 11:48 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) akan mengantongi modal inti Rp 6 triliun melalui aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu melalui Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) atau rights issue. Aliran dana ini akan membuat Allo menjadi salah satu bank digital dengan modal yang kuat di Indonesia

Dalam aksi ini, emiten bank digital milik pengusaha Chairul Tanjung tersebut menawarkan sebanyak 10,04 miliar saham biasa dengan nominal Rp 100 per saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 478 per saham. Dengan demikian, perseroan akan mendapatkan dana sebesar Rp 4,8 triliun dalam PUT III ini.

Baca juga: Jelang Perdagangan Rights, Saham BBHI Justru Auto Reject Bawah

“Oleh karenanya, apabila dana PUT III tersebut diperoleh semuanya maka modal inti perseroan akan meningkat hingga mencapai Rp 6 triliun,” tulis manajemen Allo Bank dalam keterangan resmi dikutip Senin (17/1).

Allo Bank menyatakan telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai kewajiban modal inti minimum senilai Rp 1 triliun. Manajemen mengungkapkan, untuk tahun lalu, modal inti minimum yang wajib dipenuhi Allo Bank adalah senilai Rp 1 triliun. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Pasal 9 ayat 1 huruf d POJK 12/2020. Untuk memenuhi modal inti Rp 1 triliun tersebut, perseroan telah melaksanakan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek atau rights issue melalui PUT II berdasarkan pernyataan efektif dari OJK dengan surat OJK No.S-104/D.04/2021 tertanggal 30 Juni 2021.

Lebih lanjut, dana yang diperoleh dari PUT II tersebut sebanyak Rp749,85 miliar. Dengan penambahan modal tersebut, per 31 Agustus 2021, modal inti Allo Bank tercatat sebesar Rp1.145.364.666.946 atau senilai Rp1,14 triliun.

Baca juga: Sabar, Aplikasi Allo Bank (BBHI) Belum Bisa Diunduh oleh Umum

Artinya, Allo Bank telah memenuhi kewajiban modal inti minimum yang diatur dalam POJK 12/2020. Hingga saat ini, Allo Bank tengah memasuki periode perdagangan rights issue yang berakhir sampai dengan 19 Januari 2022. Dengan demikian, HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode dinyatakan tidak berlaku lagi. Dalam aksi tersebut, Allo Bank tercatat memiliki 6 investor strategis, yakni PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Abadi Investments Pte. Ltd, PT Indolife Investama Perkasa, H Holdings Inc., Trusty Cars Pte. Ltd, dan PT CT Corpora.

Bank Allo adalah bank berlisensi penuh yang menawarkan produk rekening pribadi, bisnis, dan rekening gabungan termasuk Paylater, InstantCash, tabungan dan deposito berjangka, e-wallet, Top Up, pembayaran dan jasa transfer.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN