Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pakar Keamanan Siber Vaksin.com Alfons Tanujaya. (Youtube)

Pakar Keamanan Siber Vaksin.com Alfons Tanujaya. (Youtube)

Ini Penjelasan Pakar soal NFT yang Sedang Viral

Senin, 17 Januari 2022 | 16:21 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id) ,Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Non-Fungible Token (NFT) merupakan  suatu aset digital dan bagian dari aset kripto yang sedang populer dan viral di media sosial Tanah Air. Hal tersebut gara-gara fenomena NFT Ghozali Everday dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di platform OpenSea.

Salah satu pemantiknya karena NFT Ghozali Everyday yang berupa swafoto (selfie) berhasil dijual di platform jual-beli OpenSea dengan nilai tak kurang dari Rp 14 miliar. Ghozali pun mengantongi uang bersih berkisar Rp 1,2-1,7 miliar.

Koleksi foto selfie Ghozali tersebut berisi 933 potret foto yang diabadikan sejak 2017 hingga 2021. Hingga Jumat (14/1) pekan lalu, koleksi foto itu sudah menampung volume transaksi (traded volume) mencapai 314 Ethereum, atau jika dirupiahkan sekitar Rp 14 miliar. Setelah dikurangi biaya-biaya, Ghozali pun mengantongi uang bersih sekitar Rp 1,7 miliar.  

Bukan itu saja, satu NFT lukisan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun diakui telah terjual seharga Rp 45,9 juta lewat platform OpenSea. Hal tersebut ia umumkan lewat unggahan Instagramnya pada Sabtu (15/1) malam pekan lalu.

"Lukisan self portrait saya ini laku terjual di @NFT melalui @opensea. Terjual 1 ETH (Ethereum), atau setara dengan 45,9 juta rupiah. Hayu pada diseriusin hijrah digitalnya," ungkap Emil, sapaan akrabnya.

Lalu, apakah NFT? Berikut penjelasan Pakar Keamanan Siber Vaksin.com Alfons Tanujaya. Menurut dia, NFT merupakan aset digital yang unik dan tidak ada duanya, tidak bisa dipecah, penggunaannya hanya di dunia digital, serta dilindungi oleh rantai blok (blockchain) yang relatif aman untuk dimiliki.

Tiga karakter tersebut, yakni unik, tidak ada duanya dan tidak bisa dipecah, penggunaannya hanya di dunia digital, plus ditambah masih dilindungi oleh blockchain di komputer menjadi perbedaan dan keunggulan dari NFT dibandingkan benda/aset lain. Bahkan, keauntentikkannya lebih unggul dari mata uang fisik yang diterbitkan oleh suatu negara.

NFT adalah satu aset digital yang sedang populer. Lalu, NFT itu apa? Karakternya ada tiga. Satu, tidak ada duanya, kalau mata uang ada duanya, di NFT tidak ada duanya. Kedua, tidak dapat dipecah, unik, bisa diverifikasi, dan ketiga, penggunaannya hanya di dunia digital,” ujar Alfons, Senin (17/1).

Dia pun memberikan contoh  yang paling mudah, NFT bisa diumpamakan hampir seperti lukisan Monalisa dan domain internet. Walaupun diakuinya, NFT tetap saja masih lebih unggul karena selain hanya digunakan di dunia digital, keamanannya lebih bagus karena dilindungi oleh blockchain.

Dia menjelaskan, lukisan Monalisa itu unik dan berbeda, serta tidak bisa dikopi mirip 100%. Lukisan Monalisa juga tidak bisa dipecah serta bisa dibuktikan keabsahannya oleh ahli lukisan yang berpengalaman dan terlatih.

Contoh lain yang lebih mudah dipahami, alamat domain internet di dunia yang juga tidak ada duanya, tidak bisa dipecah, unik, dan bisa diverifikasi keabsahannya.  Kepemilikan domain internet bisa dibuktikan yang di Indonesia pengelolaannya diatur oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi).

“Nah, makhluk terakhir yang namanya NFT itu diatur oleh blokchain. Jadi, bukan oleh satu organisasi tersentralisir. Blockchain merupakan sistem terdesentralisasi dan mencatat dengan sangat baik suatu aset digital melalui titik jari digital yang unik untuk setiap aset digital,” tegasnya.

Metadata dan Blockchain

Menurut dia, NFT yang sudah dlindungi dengan blockchain masih dimasukkan ke dalam metadata. Metadata adalah informasi terstruktur yang mendeskripsikan, menjelaskan, menemukan, atau setidaknya menjadikan suatu informasi yang mudah untuk ditemukan kembali, digunakan, atau dikelola.

Dari metadata, NFT pun akan dengan mudah diidentifikasi dengan jelas sebagai suatu aset digital yang unik dan bisa dilacak di sistem blockchain sampai ke pemilik awal, dan catatannya pun sangat sulit  kemungkinannya akan hilang.

“Kenapa? Karena sistem blockchain yang menyimpan catatan (NFT) ini ada di ribuan komputer di seluruh dunia yang terdesentralisasi dan tersambung internet,” ujar Alfons.

Secara kasat mata, lanjut dia, kita tidak bisa membedakan, misalnya suatu gambar NFT yang asli dan dikopi. Namun, dengan adanya blockchain, NFT bisa diidentifikasi sebagai gambar digital yang asli dan tak bisa dipalsukan. “Itulah NFT,” ungkap dia.

Ungguli Mata Uang

Dengan karakternya tersebut, Alfons pun berpendapat bahwa NFT itu berbeda dan lebih unggul daripada mata uang yang merupakan token yang bisa ditukarkan (Fungible Token/FT). Walaupun diakuinya, mata uang bisa disebut FT yang bisa dipertukarkan tanpa kehilangan nilai dan karakternya.

FT juga memiliki tiga karakter walaupun berbeda dengan NFT. Pertama, FT dapat saling dipertukarkan dan nilainya tetap. Kedua, dapat dipecah, atau digabungkan dan tetap memiliki nilai yang sama. Hal ini yang membedakannya dengan NFT.

“Jadi, misalnya ada uang Rp 50.000 di kantong Anda dari ATM, atau Rp 50.000 yang Anda terima dari tukang parkir memiliki nilai fundamental yang sama,” jelasnya.

Ketiga, perbedaan fisik antara aset FT tidak akan menghilangkan nilai fundamentalnya. Karena itu, jika misalnya pembaca mendapatkan uang dari tukang parkir Rp 50 ribu sama nilainya dengan uang Rp 50 ribu yang didapatkan dari ATM untuk berbelanja 10 teh botol.

Dari penjelasan tersebut, mata uang sebagai FT punya kelemahan yang tak dipunyai NFT, yakni dapat dipecah dan ada duanya, serta tak jarang dipalsukan sebagai alat pembayaran. "Kalau mata uang itu ada duanya. Ini (NFT) tidak ada duanya, " pungkas  Altons.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN