Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). Foto: Perseroan.

Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). Foto: Perseroan.

2022, PP (PTPP) Siap Gelontorkan Dana Capex Rp 4,2 Triliun

Senin, 17 Januari 2022 | 23:39 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) menargetkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 4,2 triliun. Dana capex akan digunakan untuk carry over anak usaha.

“Untuk alokasi capex 2022, kami menargetkan Rp 4,2 triliun dimana sumber pendanaan berasal dari kredit investasi, dana divestasi, dan saldo laba perusahaan," ungkap Corporate Secretary PP Yuyus Yuarsa kepada Investor Daily, Senin (17/1).

Menurut Yuyus, capex tersebut akan dipakai perseroan untuk carry over atau menyokong Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola jalan tol Semarang-Demak, yakni PPSD. PPSD merupakan BUJT hasil konsorsium PP dengan kepemilikan saham sebesar 65%, kemudian PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar 25% dan PT Misi Mulia Mutrical sebesar 10%.

Selain carry over BUJT PPSD, capex PTPP tahun ini juga akan dipakai untuk mendukung beberapa perusahaan afiliasi. Pada 2022, emiten konstruksi pelat merah tersebut menargetkan dapat membukukan laba bersih sebesar Rp 428 miliar, tumbuh sekitar 70% dibandingkan kuartal III-2021 sebesar Rp 129 miliar.

Baca juga: Siap-siap Beli, Harga PTPP dan WSBP sudah Murah!

Untuk itu, tahun ini perseroan mengincar perolehan kontrak baru sebesar Rp 31 triliun atau tumbuh 45% dibandingkan capaian kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 21 triliun. Perseroan optimistis dapat mencetak laba sesuai target.

Perseroan pun merinci, perolehan kontrak baru pada 2022 ditargetkan berasal dari sektor gedung sebesar 34,56%, jalan dan jembatan 30,95%, industri 11,29%, minyak dan gas 7,90%, bendungan 5,48%, irigasi 3,87%, pelabuhan 2,10%, power plant 2,07%, dan bandara 1,77%.

Selain itu, pada 2022, PTPP bakal fokus menggarap proyek-proyek pareto milik pemerintah dan BUMN. Dengan demikian, total segmentasi pemasaran perseroan untuk proyek milik pemerintah, BUMN, dan kerja sama BUMN mencapai 92%.

Yuyus memproyeksikan, kondisi makro ekonomi Indonesia pada 2022 akan bertumbuh seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia akibat tekanan pandemi Covid-19 yang berlangsung bertahap sejak 2021.

Baca juga: Bisnis Konstruksi Pulih, Sejumlah Analis Rekomendasi Beli Saham PTPP

Menurut dia, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2022 didorong oleh mulai membaiknya ekonomi nasional berkat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digulirkan pemerintah. "Upaya pemerintah dalam mengendalikan Covid-19 di bidang kesehatan dan vaksinasi yang masif di berbagai daerah telah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat,” tambah Yuyus.

Untuk mencapai target kontrak tahun ini, perseroan menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang guna menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan pertumbuhan kinerja keuangan secara berkelanjutan.

Dalam hal ini, PP memiliki kesempatan memperoleh kontrak baru konstruksi dari adanya investasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Adapun peluang tersebut berasal dari pekerjaan proyek infrastruktur maupun pembangunan pabrik di KIT. 

Terbukti, melalui investasi di KIT Batang, PP berhasil memperoleh beberapa kontrak baru dari pengembangan kawasan tersebut pada 2021, antara lain proyek pematangan lahan Rp 300 miliar, proyek pembangunan jalan kawasan Rp 350 miliar, proyek pembangunan IPAL Rp 250 miliar, pembangunan rumah susun pekerja Rp 150 miliar, dan pembangunan  pabrik milik KCC Glass Rp 900 miliar.

Baca juga: PTPP Teken SPA Pelepasan 35% Saham Tol Pandaan-Malang

Bukan hanya itu, pada tahun ini dan tahun mendatang, perseroan masih memiliki berbagai kesempatan untuk menggarap sejumlah proyek konstruksi lain di KIT Batang, seperti pematangan lahan seluas 2.650 ha, pembangunan pengelola dan sarana ibadah, pembangunan pabrik siap pakai, dryport, seaport, jetty, serta pembangunan infrastruktur dan utilitas lainnya.

Ditambah, tahun ini Indonesia juga dipercaya menjadi presidensi untuk kegiatan G20. Dengan demikian, hal tersebut merupakan kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia terhadap kemampuan diri dalam memulihkan diri dari pandemi. Kepercayaan yang diberikan ini diyakini akan mempengaruhi persepsi para ekonom di tingkat international. Termasuk, wacana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang mendorong perusahaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan gedung-gedung dan perumahan di wilayah tersebut.

“Meskipun tahun lalu dipenuhi tantangan, perusahaan mampu membukukan kontrak baru Rp 21 triliun. Masifnya program vaksinasi diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk perkembangan dan pembangunan Indonesia," ujar Yuyus.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN