Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ini Penyebab IHSG Jatuh, Sesi II Lanjut?

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:38 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dibuka naik 9,91 poin (0,15%) di level 6.654,96, indeks harga saham gabungan (IHSG) malah terkoreksi hingga tenggelam di zona merah pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (18/1). IHSG ditutup turun poin 93,45 atau -1,41% di level 6.5551,59. Apa penyebabnya?

OCBC Sekuritas menyebut IHSG kembali melanjutkan tren negatifnya dengan pelemahan yang cukup signifikan. Hal ini terpengaruh sentiment negatif dari eksternal dan domestik kembali mempengaruhi pergerakan IHSG pada Selasa (18/1).

Baca juga : IHSG Terkoreksi 1,41%, Lima Saham Cetak Untung Besar

Sentimen eksternal berasal dari Bursa Asia lainnya juga terlihat bergerak cenderung negative dengan pelemahan yang juga terlihat di bursa Jepang, Hong Kong, Australia serta Korea Selatan. Tren pelemahan di bursa Asia tampaknya dipengaruhi peringatan beberapa kalangan akan adanya potensi kenaikan inflasi globa. Terakhir Presiden China Xi Jinping juga menyinggung soal ini dalam event virtual Davos Agenda.

Kondisi ini pada akhirnya akan membuat tren kenaikan suku bunga acuan global dan percepatan kebijakan moneter ketat di tengah kondisi ekonomi dunia yang masih berusaha bangkit akibat tekanan pandemic Covid-19 yang masih terus melanda.

Tak terkecuali di Indonesia. Pada Kamis (20/1) akan penetapan suku bunga acuan Bank Indoensia (BI). Hal ini membuat pelaku pasar cenderung mengantisipasinya terlebih dahulu.

Ditambah lagi, kasus Covid-19 Omicron yang hingga saat ini masih menunjukkan peningkatan di tingkat global. Hal ini diperkirakan akan berpotensi terjadi di Indonesia. Pelaku pasar juga menkhawatirkan adanya potensi DKI Jakarta mengambil opsi PPKM level 3 atau meningkat dibanding PPKM level 2 yang telah berjalan selama ini.

Baca juga : IHSG Anjlok 93,45 Poin, Saham SRSN, PANR, dan KONI Tetap Melonjak

Berdasarkan laman Satgas Covid, tercatat sebanyak 772 kasus baru dalam sehari terakhir, 598 kesembuhan baru, dan menyisakan 8.775 kasus aktif dari seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan penambahan kasus harian tertinggi ada di DKI Jakarta, yakni sebanyak 493 kasus.

Mengacu pada deretan sentiment negatif tersebut, OCBC Sekuritas memprediksi IHSG masih berpeluang melanjutkan tren negatifnya pada perdagangan sesi II. Dengan potensi level support bagi IHSG di sesi II diperkirakan akan berada di level 6.537.
 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN