Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas didepan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas didepan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Duh!Saham Emiten Konstruksi Tumbang di Sesi I, Waskita Karya (WSKT) sampaiAuto Reject Bawah

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:58 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah saham emiten konstruksi kompak ikut berguguran di sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/1) di tengah penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melemah 1,41% ke level 6.551,6.

Sebut saja saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang menyentuh level auto reject bawah (ARB) atau turun 6,78% ke angka 550, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) anjlok 5,69% ke level 995, PT PP Tbk (PTPP) turun 4,84% ke 885, dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) turun 4,82% ke 790.

Advertisement

Baca juga: Ini Penyebab IHSG Jatuh, Sesi II Lanjut?

Selain BUMN, saham emiten konstruksi swasta juga ikut turun pada perdagangan sesi I. Ada PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (META) melorot 3% ke angka 194, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) turun 1,41% ke 280, dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) turun 1,27% ke level 310.

Pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada menjelaskan, penyebab turunnya saham-saham emiten konstruksi adalah imbas juga dari aksi jual di mayoritas saham. Pelaku pasar melihat ada dampak negatif dengan meningkatnya kasus Covid-19.

“Pelaku pasar melihat ada dampak negatif dengan kian kembali meningkatnya kasus Covid-19,” kata Reza kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (18/1).

Baca juga: Net Buy Menyusut, Asing Borong Lima Saham

Selain itu, dia mengatakan, ada kemungkinan juga pelaku pasar khawatir terhadap isu kenaikan suku bunga yang bisa berpengaruh terhadap arus kas emiten konstruksi.

“Ketika suku bunga naik maka suku bunga pinjaman akan naik sehingga beban bunga pinjaman akan naik,” jelas Reza.

Adapun dari jadwal yang sempat disampaikan, Bank Indonesia (BI) akan menggelar rapat dewan gubernur pada bulan ini, yakni di hari Kamis (19/1) dan Jumat (20/1) di Jakarta.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN