Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pan Brothers Tbk. Foto: Perseroan.

PT Pan Brothers Tbk. Foto: Perseroan.

Pengadilan Singapura Kabulkan Restrukturisasi Pan Brothers (PBRX)

Selasa, 18 Januari 2022 | 23:13 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pengadilan Tinggi Singapura mengabulkan permohonan sidang skema atas restrukturisasi yang diajukan PT Pan Brothers Tbk (PBRX). Keputusan tersebut mengacu pada hasil sidang skema yang digelar pada 17 Januari 2022.

Direktur PT Pan Brothers Tbk Fitri Ratnasari Hartono menyampaikan, di hadapan Hakim Philip Jayeretnam, emiten produsen garmen tersebut memperoleh persetujuan atas permohonan sidang skema restrukturisasi. Pengadilan menyatakan skema pengaturan (The Scheme of Arrangement) yang ditetapkan dalam jadwal 1 skema pengaturan, telah disetujui sesuai dengan pasal 71 (1) Undang-Undang Kepailitan, Restrukturisasi dan Pembubaran 2018 (No 40 Tahun 2018).

"Pengadilan Singapura juga telah mengakui dan menunjuk Geoffrey David Simms bertindak sebagai perwakilan asing resmi dari pemohon untuk tujuan mencari pengakuan atas proses Singapura ini di luar negeri. Ini termasuk di Amerika Serikat, sesuai dengan chapter 15 title 11 dari United States Code," kata Fitri dalam keterangan resminya, Selasa (18/1).

Lebih lanjut, Pengadilan Tinggi Singapura juga memerintahkan kepada pemohon dan kreditur skema bebas untuk mengajukan pengaturan lain yang mungkin diperlukan. Fitri menambahkan, perseroan bakal terus memberikan update atas informasi terkait proses restrukturisasi yang sedang berjalan sesuai ketentuan berlaku.

Perjanjian Baru
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pan Brothers Tbk Iswar Deni menuturkan, beberapa kreditur telah menandatangani perjanjian baru terkait restrukturisasi, tanpa menunggu hasil sidang 17 Januari 2022. "Beberapa lagi, saat ini, perjanjian baru terkait restrukturisasi sedang di-review oleh legal internal mereka dan segera ditandatangani," ujarnya.

Sebelumnya, perseroan berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar US$ 50 juta. Rights issue ini akan dilakukan pada kuartal I-2022, setelah restrukturisasi utang selesai dilakukan.

Wakil Presiden Direktur Pan Brothers Anne Patricia Sutanto menjelaskan, untuk melakukan rights issue tersebut, perseroan akan mengajukan izin kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menyampaikan keterbukaan informasi secara berkala. Rights issue ini juga akan dilakukan setelah menunggu kejelasan mengenai proses restrukturisasi.

"Rights issue akan dilakukan setelah proses restrukturisasi, penandatanganan perjanjian kredit, yakni tahapan bilateral, sindikasi, noteholders dan voting sudah selesai dan ada kejelasan 99%," ujarnya. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN