Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesawat Garuda Indonesia melakukan bongkar muat penumpang dan bagasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pesawat Garuda Indonesia melakukan bongkar muat penumpang dan bagasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Rapat Verifikasi PKPU, Garuda (GIAA) dan Kreditur Minta Perpanjangan Waktu, Ada Apa?

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:33 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan para krediturnya meminta perpanjangan waktu verifikasi nilai utang pada rapat dalam rangka proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada Rabu (19/1).

“Hari ini diselenggarakan rapat. Tetapi karena terdapat permintaan dari kreditur maupun debitur untuk memperpanjang waktu,” kata Anggota Tim Pengurus PKPU Garuda Indonesia, Martin Patrick Nagel kepada Investor Daily, Rabu (19/1).

Baca juga: Garuda Indonesia (GIAA) Hanya akan Beroperasi dengan 66 Pesawat

Dia mengungkapkan, alasan dari kreditur dan debitur terkait permintaan perpanjangan waktu ini adalah belum siapnya dokumen-dokumen asli. Selain itu, untuk waktu hingga kapan perpanjangannya masih menunggu keputusan majelis hakim.

“Kita masih menunggu putusan majelis untuk perpanjangan waktu,” terang Martin.

Sebelumnya, 470 kreditur mengajukan tagihan senilai total Rp 198 triliun kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melalui tim pengurus. Jumlah tersebut diajukan dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara Garuda Indonesia.

Martin Patrick Nagel sempat menjelaskan, tim pengurus melakukan pra-verifikasi bersama dengan kreditur dan debitur sehubungan dengan tagihan yang diajukan kreditur kepada tim pengurus.

“Berdasarkan catatan sementara tim pengurus, kreditur yang mengajukan tagihan lebih dari 470 kreditur dengan tagihan kurang lebih sebesar Rp 198 triliun,” kata Martin kepada Investor Daily, Kamis (13/1).

Akan tetapi, lanjut dia, terhadap tagihan tersebut sedang dicocokkan juga dengan data atau catatan dari debitur, dalam hal ini Garuda Indonesia.

Baca juga: Dirut Garuda (GIAA) Ungkap akan Ada Pendanaan Baru, dari Mana?

“Proses selanjutnya adalah pra-verifikasi sejak 12 Januari 2022, kemudian rapat verifikasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” papar Martin.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat dikonfirmasi membenarkan rapat verifikasi berlangsung pada Rabu (19/1) iniSeberapa Siap Garuda (GIAA) Layani Lagi Penerbangan Haji?. Namun, keterangan lebih lanjut akan dikeluarkan secara rinci dalam rilis resmi.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN