Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Blue Bird

Blue Bird

Mulai Cetak Untung, Saham Blue Bird (BIRD) Direkomendasikan Beli

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:20 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Blue Bird Tbk (BIRD) memasuki masa pemulihan yang terlihat dari peningkatan rata-rata pendapatan per kendaraan taksi (ARPV) mencapai Rp 657 ribu per Desember 2021. Peningkatan tersebut membuat perseroan mulai cetak keuntungan pada kuartal IV-2021.

 

Analis CGS CIMB Sekuritas menyebutkan bahwa Blue Bird mulai mencetak laba bersih pada kuartal terakhir tahun 2021 setelah merugi dalam beberapa kuartal selama pandemi Covid-19. “Raihan laba bersih tersebut didukung atas pelonggaran aktivitas sosial dan ekonomi yang berdampak terhadap peningkatan permintaan jasa taksi di dalam negeri,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi berimbas terhadap peningkatan rata-rata pendapatan per kendaraan taksi (ARPV) mencapai Rp 657 ribu per Desember 2021 dengan jumlah armada yang dioperasikan mencapai 10 ribu unit. Peningkatan tersebut diperkirakan berlanjut hingga tahun 2022, meski demikian ARPV perseroan kemungkinan lebih rendah pada bulan awal tahun ini.

Baca juga: Kuartal IV-2021, Blue Bird (BIRD) Lalui secara Positif

Terkait tingkat persaingan taksi, dia mengatakan, relatif rendah dari persaingan taksi konvensional, dibandingkan dengan taksi online. Perseroan juga didukung atas keinginan perseroan untuk menaikkan rata-rata tarif taksi, seiring dengan kenaikan harga bahan bakar.

Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan juga bakal didukung upaya Blue Bird untuk memperbesar porsi pendapatan dari layanan di luar taksi berjadwal, seperti pendapatan dari pengoperasian bis dalam kota, pengoperasian bis antarkota dan provisi, penambahan rute bis, serta peningkatan layanan ekspansi bisnis logistik melalui BirdKirim.

Blue Bird diperkirakan membukukan lonjakan laba berish menjadi Rp 55,98 miliar pada 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 17,5 miliar dan rugi bersih tahun 2020 sebanyak Rp 161,4 miliar. Pendapatan perseroan juga diperkirakan bertumbuh menjadi Rp 2,78 triliun pada 2022, dibandingkan raihan tahun 2021 senilai Rp 2,17 triliun dan pada 2020 sebanyak Rp 2,04 triliun.

Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas mempertahankan add saham BIRD dengan target harga dipertahankan di level Rp 2.000 per saham. Hingga akhir sesi I, Kamis (20/1), saham BIRD di level Rp 1.450 per saham.

Baca juga: Blue Bird Kucurkan Rp 1,2 Triliun untuk Armada Baru

7,5 miliar dan rugi bersih tahun 2020 sebanyak Rp 161,4 miliar. Pendapatan perseroan juga diperkirakan bertumbuh menjadi Rp 2,78 triliun pada 2022, dibandingkan raihan tahun 2021 senilai Rp 2,17 triliun dan pada 2020 sebanyak Rp 2,04 triliun.

Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas mempertahankan add saham BIRD dengan target harga dipertahankan di level Rp 2.000 per saham. Hingga akhir sesi I, Kamis (20/1), saham BIRD di level Rp 1.450 per saham.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN