Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Media briefing Manulife Investment Management, Foto: perseroan

Media briefing Manulife Investment Management, Foto: perseroan

Manulife AM: Pasar Saham Indonesia Cukup Prospektif Tahun Ini

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:58 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (Manulife AM) menilai, pasar saham Indonesia cukup prospektif tahun ini. Sektor yang berhubungan dengan digitalisasi akan menjadi sektor yang cukup mendapat perhatian investor tahun ini.

Senior Portfolio Manager Equities Manulife Investment Management Kenglin Tan menjelaskan, valuasi indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini belum sepenuhnya priced-in. Pasalnya, investor masih menahan diri untuk berinvestasi, seiring pemulihan ekonomi yang terjadi tahun ini.

"Jadi, ini bisa jadi kesempatan (untuk masuk ke pasar saham)," jelas Kenglin dalam acara Media Briefing secara Virtual, Kamis (20/1).

Baca juga: Yield Obligasi AS Naik, Apa dampaknya terhadap Pasar Saham Indonesia?

Sektor bank digital dan industri yang berkaitan dengan digitalisasi dinilai akan  melanjutkan perkembangannya tahun ini. Namun, masih ada sektor lain di luar sektor tersebut yang memiliki valuasi murah dan bisa menjadi pilihan investasi, misalnya sektor properti.

Di sisi lain, Chief Investment Officer Equities, Asia ex-Japan Manulife Investment Management Ronald Chan menjelaskan, Produk Domestik Bruto (PDB) di kawasan Asia Tenggara dinilai akan bertumbuh lebih tinggi dari PDB Tiongkok tahun ini, di kisaran 6-7%. Bahkan, Indonesia akan menjadi sasaran investasi asing karena real yield yang cukup tinggi.

Baca juga: Fokus Pasar: Investasi Asing d Indonesia Meningkat

"Negara di kawasan Asia Tenggara akan mendapat banyak manfaat dari tensi yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, setidaknya dalam jangka menengah. Banyak investor yang berminat untuk berinvestasi secara langsung di sektor tertentu, seperti industri untuk mengisi baterai di Indonesia," jelas dia.

Ronald juga menyoroti mengenai integrasi di kawasan Asia Tenggara yang tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Namun integrasi secara digital di dalam blok cukup memuaskan. Saat ini, setidaknya ada 30 perusahaan big tech yang akan go public dan diharapkan meluas ke sektor lain seperti fintech, penyedia logistik dan perusahaan e-commerce.

"Dalam jangka pendek, outlook untuk Asia Tenggara cukup bagus seiring dengan terjadinya pembukaan ekonomi," kata dia.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN